MerahPutih.com - Pelatih Arema FC, Marcos Santos mencoba mengerti pemindahan venue pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Laga pada pekan 30 Super League tidak bisa dihelat di Stadion Kanjuruhan atau pun Gajayana dan akan diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4) sore WIB.
Laga juga diputuskan digelar tanpa penonton, baik Aremania dan suporter tim tamu.
"Sangat disayangkan Aremania tidak bisa hadir karena kejadian beberapa tahun lalu. Jika mereka ada, motivasi kami pasti luar biasa. Tapi kami mengerti situasinya,” kata Marcos Santos.
Ia berharap motivasi Arema FC tidak berkurang memainkan laga kandang rasa tandang.
"Penting bagi pemain untuk berjuang hingga menit terakhir untuk membuat Aremania di Malang senang," jelasnya.
Pelatih asal Brasil itu mengaku telah membedah kekuatan calon lawannya. Ia memberikan catatan khusus pada lini serang Persebaya yang dinilai memiliki kualitas individu dan transisi yang mematikan.
Baca juga:
View this post on Instagram
Francisco Rivera akan jadi metronom serangan ditengah absensi Bruno Moreira. Bruno Paraiba yang mulai menemukan sentuhannya juga berpotensi jadi kartu as Persebaya di laga nanti.
"Saya sudah baca permainan lawan. Persebaya tim kuat dengan transisi cepat. Mereka punya pemain berkualitas. Tapi Arema juga siap meladeni mereka," tegasnya.
Marcos berpesan kepada anak asuhnya untuk lebih klinis. Dalam laga sebelumnya kontra Persib, pertahanan solid tak diimbangi efektivitas dari Dalberto Belo dkk.
"Lawan Persebaya saya minta lebih siap dengan peluang. Di pertandingan sebelumnya, pertahanan kita kuat tapi di depan belum fokus mencetak gol. Melawan tim sekuat Persebaya, jika punya peluang, kita harus siap cetak gol," tambahnya. (*)