MerahPutih Nasional- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) resmi memilih mantan Walikota Blitar yang juga politisi PDIP Djarot Syaiful Hidayat sebagai wakilnya. Hal itu dikemukakan setelah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri.
Ahok mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari PDIP jika Djarot diperbolehkan untuk menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mengajukan surat ke Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri.
"Saya minta pak Djarot dan bu Mega setuju, begitu juga dengan Pak Boy, jadi kami betiga sehati," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (2/12/2014).
Ahok menjelaskan, dirinya lebih memilih Djarot lantaran dianggap telah mensuksekan banyak program pro rakyat selama menjabat sebagai Walikota di Blitar. Dia juga mendapat penghargaan Walikota terbaik versi majalah Tempo, bahkan dia juga yang pertama kali mencanangkan program bedah rumah. Sedangkan Boy Sadikin, dianggapnya belum memiliki rekam jejak yang jelas.
Selain itu, dalam pemilihan Wakilnya, Ahok juga menggunakan teori Presiden ke 16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln. Dalam penggunaan teori tersebut, Boy tidak masuk ke dalam nama yang diajukan Ahok pada pertemuannya dengan Megawati Soekarnoputri.
"Abraham Lincoln menyebutkan kalau mau mencoba karakter sesorang beri dia kekuasaan. Jadi saya enggak mau coba-coba, nanti kamu saya pilih jadi Wagub berubah sikapnya," tegasnya.
@Gambar ilustrasi 123rf.com