PEREMPUAN berambut putih bak salju itu dikenal dengan Barbara Bush. Namanya jauh lebih populer ketimbang sang suami. Barbara ialah istri George HW Bush. Barbara dikabarkan meninggal Selasa (16/4) di usia 92 tahun.
Juru bicara keluarga Jim McGrath mengonfirmasi kabar tersebut dalam sebuah pernyataan. Namun, ia tak menyebut penyebab kematian perempuan yang juga seorang filantrop itu. Penampilannya amatlah bersahaja, mengingatkan pada tampilan seorang nenek. Ia bahkan tak peduli pada rambut yang memutih dan kerutan yang muncul di wajahnya.
"Apa yang kau lihat ialah aku apa adanya. Aku tak sedang maju dalam pemilihan presiden, George Bush yang maju," ujar Barbara pada Konvensi Nasional Partai Republik pada 1988. Ketika itu Bush tengah dinominasikan untuk maju sebagai pengganti Ronald Reagan.
Barbara dan George Bush menikah pada 6 Januari 1945. Pernikahan mereka tercatat sebagai yang terpanjang dalam sejarah presiden Amerika Serikat. Nama Barbara juga tercatat sebagai satu dari dua ibu negara yang anaknya juga terpilih menjadi presiden AS. Nama lainnya ialah Abigail Adams, istri John Adams dan ibu dari John Quincy Adams.
"Aku punya pekerjaan terbaik di penjuru Amerika. Setiap hari selalu menarik, penuh penghargaan, dan terkadang hanya penuh kesenangan," ujarnya dalam memoar tentang masa tinggalnya di Gedung Putih.
Sebagai anak seorang penerbit, Barbara memiliki citra publik rela berkorban dan seorang pasangan yang selalu mendukung. Saking sederhananya penampilan Barbara, publik kerap mengolok-olok Barbara sebagai ibu dari Presiden George Bush alih-alih istrinya.
Delapan tahun setelah meninggalkan Gedung Putih, Barbara bersama sang suami berdiri di belakang sang anak, George W Bush, saat ia dilantik sebagai presiden. Bahkan, sang anak menjalani masa jabatan dua periode.
Meski pernah jadi ibu negara juga ibu dari seorang presiden negara adidaya, Barbara mengaku tak pernah mau ikut campur urusan negara.
"Saya tak ikut campur urusan kantornya. Dia tak ikut-ikut urusan rumah tangga," ujarnya tegas.
Terlahir dengan nama Barbara Pierce, ia besar di Rye, New York. Ayahnya ialah penerbit majalah McCall's and Redbook. Ia menikah di usia yang amat muda, 19 tahun. Ketika itu George HW Bush ialah seorang penerbang angkatan laut.
Setelah Perang Dunia II, keluarga Bush pindah ke Texas. Di sana mereka mengadu peruntungan di bisnis minyak. Dari sanalah George HW Bush memulai karier politiknya. Ia pernah mewakili Houston di Kongres selama dua periode, akhir 1960-an dan awal 1970-an.
Terakhir, pasangan tersebut berpindah ke Houston setelah Bush kalah dari Bill Clinton pada Pilpres AS 1992. Di sana, mereka membangun rumah yang mereka sebut 'rumah impian' di lingkungan elite.
Setelah menetap dan pensiun di Houston, pasangan Bush membantu pengumpulan dana bantuan dan tampil beberapa kali di berbagai acara. Sebuah sekolah umum di Houston dinamai dengan nama mereka.
Pasangan tersebut memiliki lima anak; George W, Jeb, Neil, Marvin, dan Dorothy. Anak keenam mereka, Robin, meninggal akibat leukemia pada 1953. George W dan Jeb menjelma menjadi politisi Andal. Keduanya pernah duduk di Kongres AS.
Marvin dan Neil sama-sama menjadi wirausaha. Sementara itu, putri mereka satu-satunya, Dorothy, memilih tak terlalu tampil di publik. Ia menikahi pelobi Robert Koch, yang juga seorang Demokrat, pada 1992.
Cucunya, George P Bush, putra Jeb, mengenang sang nenek sebagai sosok yang penuh cinta.
"Seluruh hidup nenekku berfokus pada orang lain. Untuk kakekku, ia adalah penasihat ulung dan peneguh. Untuk seluruh keluarganya, ia kukuh, penuh cinta, dan selalu membimbing. Dan untuk negeri ini, ia adalah inspirasi dan contoh bagi semua," ujarnya.
Selamat jalan, Barbara.(dwi)