Merahputih.com - Manchester City harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23, tetapi Manchester United tetap gagal memanfaatkan keunggulan tersebut.
The Citizens justru pulang dari Old Trafford dengan kemenangan 1-0 dalam derby Manchester, Minggu (13/9).
Baca juga:
Manchester United Tumbang dari Manchester City, Cuma Kantongi 4 Poin di Awal Musim
Kemenangan itu terasa semakin spesial setelah Phil Foden mendapat kartu merah karena menendang bagian perut Bruno Fernandes.
Layak Kartu Merah
Pelatih City, Enzo Maresca, tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. Ia mengakui Foden memang layak diusir, tetapi menilai Bruno juga seharusnya mendapat hukuman serupa atas pelanggaran sebelumnya.
Kartu Phil adalah kartu merah, tetapi saya juga berpikir tindakan yang sama juga layak mendapat kartu merah dari Bruno,
kata Maresca, dikutip dari ESPN.

Kartu Merah Justru Mengubah Permainan
Maresca mengaku sudah melihat kembali rekaman insiden tersebut. Menurutnya, kartu merah Foden memang tepat karena tindakan sang pemain merupakan bentuk reaksi.
Baca juga:
Manchester United Kalah 0-1 dari City, Carrick Sebut Tidak Tentukan Nasib Musim Ini
Namun, keluarnya Foden justru membuat pertandingan berubah total. Rencana permainan yang sebelumnya disiapkan untuk situasi 11 melawan 11 tidak lagi bisa diterapkan.
Kami punya rencana untuk 11 lawan 11, tetapi setelah kartu merah, permainan benar-benar berubah, tetapi juga untuk mereka,
ujar Maresca.
City kemudian memilih bermain lebih bertahan. Strategi tersebut ternyata membuat Manchester United kesulitan menemukan celah.
MU Tak Bisa Andalkan Serangan Balik
Maresca melihat ada satu keuntungan yang secara tidak langsung didapat City setelah bermain dengan 10 pemain.
Manchester United dikenal berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk melakukan transisi dan serangan balik. Namun, setelah unggul jumlah pemain, City justru bermain lebih dalam dan menutup ruang di belakang pertahanan.
Baca juga:
Premier League Buka Suara soal Gol Kontroversial Erling Haaland di Derby Manchester
Situasi itu membuat United kehilangan salah satu senjata utamanya.
Mereka menyukai transisi dan ruang di belakang, tetapi permainan menjadi lebih sulit bagi kami dan mereka,
kata Maresca.
Ia menambahkan, City memang praktis hanya bertahan setelah Foden diusir. Namun, keputusan tersebut sekaligus membuat United tidak mendapatkan ruang yang biasanya mereka manfaatkan.
Kami hanya bertahan, tidak ada ruang di belakang dan tidak ada lagi transisi, itulah sebabnya permainan juga lebih sulit bagi mereka.
Strategi tersebut terbukti efektif. City mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga pertandingan berakhir dan membuat United gagal mencetak gol meski bermain melawan 10 pemain selama lebih dari satu jam.