MerahPutih.com - Musisi Tanah Air Ghea Indrawari kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam bercerita lewat musik dengan merilis single terbaru berjudul “PAYUNG” pada 5 Juni 2026. Lagu ini masuk sebagai trek ketujuh dalam album studio keduanya bertajuk RASI BINTANG.
Album RASI BINTANG sendiri menjadi penanda konsistensi Ghea dalam menghadirkan karya yang relevan dengan pengalaman emosional banyak orang, terutama generasi muda yang akrab dengan tema kehilangan dan keikhlasan.
Baca juga:
Ghea Indrawari Hadirkan Pesan Syukur dan Cinta Lewat Lagu 'DAUN DAUN'
Metafora Tameng dan Payung
Lewat “PAYUNG”, Ghea menghadirkan nuansa puitis dan emosional yang menggambarkan kisah seseorang yang berusaha menerima kenyataan berakhirnya sebuah hubungan, meski perasaan belum sepenuhnya mampu melepaskan.
Dengan aransemen lembut dan lirik yang menyentuh, lagu ini menghadirkan gambaran tentang cinta yang tulus, yang tetap ada meski harus mengikhlaskan kepergian.
Baca juga:
Makna dan Lirik Lagu '1000x', Ghea Indrawari Mengajak Berdamai dengan Hubungan yang Sederhana
Lirik “PAYUNG” menggunakan metafora tameng dan payung sebagai simbol pelindung. Tokoh dalam lagu tetap ingin menjaga dan melindungi orang yang dicintainya, meski tak lagi berada di sisi yang sama. Berikut lirik lengkapnya:
PAYUNG - Ghea Indrawari
Jika tak berakhir denganku
Pastikan kau tak terjaga hingga pagi buta
Jaga diri karena ku bukan tamengmu lagi
Saat hujan tak bisa jadi payungmu lagi
Bohong jika ku berkata
Semoga kau bahagia meski bukan denganku
Rindukan aku di peluk yang bukan pelukku
Pulanglah ke rumah yang tak sehangat ragaku
Jika tak berakhir denganku
Pastikan kau tak terjaga hingga pagi buta
Jaga diri karena ku bukan tamengmu lagi
Saat hujan tak bisa jadi payungmu lagi
Bohong jika ku berkata
Semoga kau bahagia meski bukan denganku
Rindukan aku di peluk yang bukan pelukku
Pulanglah ke rumah yang tak sehangat ragaku
Bohong jika ku berkata
Semoga kau dapat yang lebih baik dariku
Mungkin kau temui orang yang paling kau cinta
Tapi cintanya tak kan lebih besar dariku
Bohong jika ku berkata
Semoga kau bahagia meski bukan denganku
Rindukan aku di peluk yang bukan pelukku
Pulanglah ke rumah yang tak sehangat ragaku
Harusnya itu aku yang menjadi tamengmu
Harusnya itu aku yang mеnjadi payungmu.
(far)