MerahPutih.com - Giant Jay berkolaborasi dengan Dewanda Pratama mengangkat kisah tentang kasih sayang dan pengorbanan seorang ayah melalui lagu Kalau Aku Lebih Darinya.
Lagu ini menggambarkan sosok ayah yang berjuang demi memberikan masa depan lebih baik bagi anaknya, sekaligus berharap sang anak dapat meraih pencapaian yang lebih besar daripada dirinya.
Di tengah kehidupan yang kerap mendorong seseorang untuk bersaing dan menjadi lebih unggul dari orang lain, seorang ayah justru memiliki harapan berbeda. Ia ingin anaknya tumbuh dan memperoleh kesempatan untuk mencapai hal-hal yang mungkin belum pernah dirasakannya.
Baca juga:
'Kalau Aku Lebih Darinya', Kisah Pengorbanan Seorang Ayah
Melalui lagu ini, Giant Jay dan Dewanda Pratama menggambarkan perjuangan seorang ayah yang tetap berusaha tegar meski harus menghadapi berbagai tantangan dan kelelahan dalam menjalani kehidupan.
Kesulitan yang dihadapi tidak selalu diungkapkan kepada orang-orang terdekat. Sebaliknya, sang ayah berusaha menyimpan beban tersebut demi menjaga orang-orang yang dicintainya.
Gambaran ini memperlihatkan bahwa kasih sayang seorang ayah tidak selalu disampaikan melalui kata-kata. Perhatian dan cinta justru diwujudkan melalui pengorbanan serta usaha untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya.
Kalau Aku Lebih Darinya juga merefleksikan harapan orang tua agar anaknya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan meraih pencapaian dalam hidup.
Baca juga:
Vanri Perkenalkan Single 'Berlayar, Adinda', Kisahkan Keberanian Melangkah di Tengah Ketidakpastian
Lirik Kalau Aku Lebih Darinya - Giant Jay feat. Dewanda Pratama
Ayah
Kau selalu berjuang
Lupa kalau lelah
Tak mau terlihat lemah
Ayah
Satu-satunya manusia
Yang sangat bangga
Kalau aku lebih darinya
Namaku kau ingat di setiap lelah
Dalam diam kau belajar mengalah
Dunia keras tak pernah kau ceritakan
Cukup aku tumbuh
itu yang kau harapkan
Saat malam memeluk langkahmu pulang
Matamu sembunyikan ribuan perang
Tak sekalipun kau minta dimengerti
Cukup aku hidup berani bermimpi
Ayah
Kau selalu berjuang
Lupa kalau lelah
Tak mau terlihat lemah
Ayah
Satu-satunya manusia
Yang sangat bangga
Kalau aku lebih darinya
Bila nanti aku sampai lebih tinggi
Itu bukan karena aku hebat sendiri
Itu bahumu yang lebih dulu
menahan langit
Agar aku bebas menatap masa depan
tanpa takut jatuh
Ayah
Kau selalu berjuang
Lupa kalau lelah
Tak mau terlihat lemah
Ayah
Satu-satunya manusia
Yang sangat bangga
Kalau aku lebih darinya
Ayah tidak bercerita
Semua keluhnya
disimpan rapat di hati
Ayah ingin rumahnya bahagia
Tak pernah kurang
Meski mengorbankan dirinya
Meski mengorbankan dirinya
(far)