MERAHPUTIH.COM - LAGU Jadi Udara yang dibawakan oleh Dee Lestari mengisahkan fase ketika seseorang akhirnya menemukan sosok yang selama ini dicari dalam perjalanan cintanya. Setelah melewati berbagai keraguan dan ketidakpastian, hadir perasaan nyaman yang membuat hati terasa lebih tenang dan utuh.
Melalui lagu ini, Dee menggambarkan bagaimana cinta mampu menjadi tempat berlabuh setelah sekian lama dilanda pertanyaan.
Pemilihan judul Jadi Udara menghadirkan makna yang mendalam. Udara menjadi simbol kehadiran yang begitu dekat, penting, dan tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Metafora tersebut menggambarkan sosok yang dicintai sebagai seseorang yang selalu ada, memberi rasa aman, serta menjadi bagian yang tak tergantikan dalam hidup.
Baca juga:
Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'
Berikut lirik lengkapnya:
Rasanya belum lama
Saat kamu cuma nama
Menjelmalah engkau datang
Menjadi orang pertama
Sapamu paling kutunggu
Jumpa paling mengasyikkan
Hingga batas terlampaui
Kau jadi yang terutama
Entah berapa malam tersisa
Genggam tanganku seeratnya
Menyala malam yang panjang
Hangatlah hati yang gersang
Penuhi apa yang hilang
Akhiri ketidak pastian
Inikah rasanya bersama?
Kala cinta jadi udara
(Jadi udara)
Entah berapa malam tersisa
Genggam tanganku seeratnya
Sekaranglah yang kupunya
Ambil diriku seluruhnya
Menyala malam yang panjang
Hangatlah hati yang gersang
Penuhi apa yang hilang
Akhiri ketidakpastian
Inikah rasanya bersama?
Kala cinta jadi udara
(Menyala malam yang panjang, hangatlah hati yang gersang)
Penuhi apa yang hilang
Akhiri ketidakpastian
Inikah rasanya bersama?
Kala cinta jadi udara.(far)
Baca juga:
Obituarium Reza Gunawan: Praktisi Kesehatan Holistik Suami Dewi Lestari