Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Film Indonesia

Makna Ayat-Ayat Cinta 2, Kang Abik: Pesannya Cinta Tanah Air dan Kesetiaan

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 13 Desember 2017
Makna Ayat-Ayat Cinta 2, Kang Abik: Pesannya Cinta Tanah Air dan Kesetiaan

Ayat-Ayat Cinta 2. (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Penulis novel Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy mengungkapkan nilai dan pesan yang tersirat dalam kisah romantika Ayat-Ayat Cinta 2. Menurut novelis yang akrab disapa Kang Abik ini, novel yang kembali difilmkan itu mengajarkan banyak hal, diantaranya cinta tanah air dan kesetiaan.

"Ada banyak pesan dari kisah AAC 2, ada cinta, keberagaman, cinta Tanah Air, kesetiaan. Fahri itu setia sekali sama Aisha," papar Kang Abik di sela jumpa pemeran Film AAC 2 di Semarang, Selasa (12/12) malam.

Film AAC 2 yang rencananya dirilis pada 21 Desember 2017 itu merupakan kelanjutan dari film sebelumnya dengan judul sama yang menempatkan Fahri, diperankan oleh Fedi Nuril sebagai tokoh sentral.

Dikisahkan, Fahri memilih tinggal di Edinburgh, Skotlandia, kota yang sangat disukai Aisha, istrinya, dalam usaha pencariannya terhadap sang istri yang hilang saat perjalanan ke Palestina bersama sahabatnya.

Diakui Kang Abik sebagaimana dilansir Antara, ada banyak perbedaan AAC dengan AAC 2, seperti lokasi yang berbeda pada film pertama di Kairo, Mesir, sekarang di Edinburgh, Skotlandia yang karakter orangnya juga tidak sama.

"Tokohnya memang masih sama, Fahri. Tetapi, sudah 10 tahun berlalu. Sekarang Fahri sudah bukan mahasiswa lagi, melainkan profesional, businessman sukses di negara orang, intelektual juga," katanya.

Romantika dalam cerita pasti ada, kata sosok kelahiran Semarang, 30 September 1976 itu, tetapi pastinya lebih rumit dan jelas berbeda dengan beragam tantangan yang dihadapi dibandingkan film versi pertama.

Bagi Kang Abik yang kali keenam ini novelnya difilmkan, ada perbedaan antara novel dan film, sebab novel adalah karya murni pribadi sang penulis dengan autoritasnya, sedangkan film adalah karya bersama.

"Sebagai karya bersama, tidak bisa mutlak-mutlakan harus begini-begitu. Beda sama novel. Namun, konteksnya secara prinsip ada beberapa karakter yang harus dijaga, seperti Fahri," pungkas Kang Abik.

Sang pemeran utama, Fedi Nuril pun mengakui berbagai pengalaman baru yang didapatnya dari syuting Film AAC 2, seperti kedatangan pertama di Edinburgh, Skotlandia, yang bertepatan dengan Idul Adha.

Salat Ied di negara orang, diakui aktor kelahiran Jakarta, 1 Juli 1982 itu, menjadi pengalaman pertamanya yang membuatnya merasakan menjadi minoritas, tetapi justru mengasah karakternya sebagai Fadli.

"Setelah salat Ied, saya bersalaman dengan jamaah-jamaah lain, berpelukan, merasakan mereka seperti keluarga sendiri. Justru itu permulaan tepat yang sangat membentuk karakter Fahri," ungkapnya.

Sederet aktor dan aktris kawakan Indonesia ambil bagian dalam film itu, seperti Mathias Muchus, Dewi Sandra, Dewi Irawan, kemudian Chelsea Islan (Keira), Pandji Pragiwaksono, dan Tajtana Saphira.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me
Bagikan