Madrid Juara, Zidane Pastikan Bertahan
Real Madrid juara Liga Champions 2017. (Twitter Real Madrid)
Real Madrid mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di Benua Biru usai mengangkat trofi Liga Champions ke-12. Madrid menang 4-1 atas Juventus di Stadion Millenium, Cardiff, Minggu (4/6) dini hari WIB sekaligus menorehkan sejumlah rekor.
Cristiano Ronaldo menyumbang dua gol untuk Madrid masing-masing di menit ke-20 dan ke-64, Casemiro menit 61 dan Marco Asensio di menit 90 sementara gol Mario Mandzukic menjadi gol satu-satunya Juventus malam itu.
Atas hasil ini, Madrid menjadi klub Eropa pertama yang menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut setelah AC Milan pada 27 tahun lalu. Selain itu, Ronaldo mencatat rekor sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan 12 gol, mengalahkan Lionel Messi yang mengumpukan 11 gol.
Pelatih Madrid Zinedine Zidane tak menampik timnya telah mencetak sejarah di Liga Champions.
"Mereka telah mencetak sejarah. Itu pasti. Belum pernah ada yang melakukannya sebelum ini. Tapi, sekarang kami melakukannya. Hari ini merupakan hari bersejarah bagi Madridistas, untuk semua pemain, saya, keluarga kami. Tahun depan ini pasti akan sulit. Kami akan kerja keras dan mempertahankan gelar juara. Tapi hari inikami bisa katakan bahwa kami adalah tim terbaik, dan kami pantas menjuarai La Liga dan Liga Champions. Ini bukan hal mudah," katanya seperti dilansir ESPN.
Zidane mengungkapkan beberapa minggu sebelum Final dia tak yakin dengan masa depannya di Real Madrid. Tapi, setelah Madrid keluar sebagai juara, Zidane senang dapat melanjutkan menjadi pelatih Madrid dan mempersiapkan tim untuk menghadapi musim depan.
"Tentu saja saya akan bertahan. Sekarang kita harus memikirkan musim depan," kata Zidane. "Saya pernah bermain untuk tim ini beberapa musim, dan hati saya selalu untuk Madrid. Sekarang kami akan beristirahat dan memikirkan musim depan," kata mantan pemain Juventus dan Real Madrid ini.
Sementara Pelatih Juventus Massimiliano Allegri memberikan ucapan selamat kepada tim Madrid. Menurutnya, Madrid pantas menjadi juara.
Juventus kemballi harus menahan ambisinya mengangkat 'Si Kuping Besar'. Bianconeri delapan kali melaju ke final, tapi hanya dua kali menjadi juara yaitu pada 1985 dan 1996. Juventus terakhir kali maju ke final pada 2015. Saat itu mereka kalah 1-3 dari klub raksasa Spanyol, Barcelona.
"Saya tidak terkejut dengan penampilan Madrid. Tim kami disebutkan favorit juara, tapi saya tidak melihatnya seperti itu, karena tim Madrid lebih baik," ujar Allegri dalam wawancara usai pertandingan seperti dikutip Marca. "Kami bermain bagus d paruh babak pertama, tapi di babak kedua kami babak belur," katanya menambahkan.
Allegri mengatakan setelah Madrid mencetak gol kedua, para pemain Juventus merasa tertekan. Gol tersebut itu membuat mental para pemain jatuh.
"Kami akan berjuang merebut gelar juara lagi," katanya. "Kami akan merekrut pemain baru untuk memperkuat tim dan kami akan melanjutkan upaya menyamai level Real Madrid. Mereka dua kali ke final berturut-turut dan kami belum bisa melakukannya seperti itu," ucap Allegri.
Bagikan
Berita Terkait
Spotify Camp Nou Berpeluang Jadi Tuan Rumah Final Liga Champions 2029, Proposal Sudah Diajukan
Juventus Rekrut Mauro Icardi, Itu Hanya Sebatas Ide
Klasemen Terbaru Liga Italia: Inter Milan Makin Kedinginan di Puncak, Juventus Tiba-tiba Nongol di Zona Liga Champions
Arsenal Ngamuk di Elland Road! The Gunners Gilas Leeds United 4 Gol Tanpa Balas, Makin Dingin di Puncak
Hasil Drawing Play-off Liga Champions: Real Madrid vs Benfica Kembali Berulang, Inter Milan Hadapi Bodo/Glimt
Superkomputer Prediksi Arsenal Juara Liga Champions 2025/26, Kalahkan PSG di Final
‘Bantu’ Manchester City Lolos Langsung 16 Besar Liga Champions, Pep Guardiola Merasa Perlu Berterima Kasih ke Jose Mourinho
Manchester United Berubah Pikiran dan Kini Siap Melepas Joshua Zirkzee, Juventus Ancang-ancang
Jadwal dan Link Streaming Drawing Playoff 16 Besar Liga Champions 2025/2026
Tebak-Tebak Buah Manggis Calon Lawan Real Madrid di Playoff 16 Besar Liga Champions