MerahPutih.com - Maarten Paes dan Emil Audero menjadi sumber ilmu bagi kiper muda PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi. Masa persiapan untuk FIFA Series 2026 pun akan dimaksimalkannya untuk menambah pengetahuan.
Seperti diketahui, Cahya Supriadi merupakan satu dari empat kiper yang masuk skuad final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Selainnya ada Emil Audero, Maarten Paes, dan juga Nadeo Argawinata.
Cahya berhasil menyingkirkan seniornya, Ernando Ari Sutaryadi, yang dicoret dalam skuad akhir Timnas Indonesia.
"Targetnya ingin ambil ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin. Ini modal penting bagi saya untuk belajar dari ahlinya bersama para senior di timnas," kata Cahya Supriadi, dinukil dari laman I League.
Cahya Supriadi mengaku bangga bisa berada di skuad final. Eks kiper Persija Jakarta itu sempat berdiskusi dengan pelatih pribadinya sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia.
Baca juga:
Ada Kesan dan Harapan di Balik Pemanggilan Elkan Baggott ke Timnas Indonesia
Cahya Supriadi pun bertekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri supaya kemampuannya bisa terus berkembang.
"Alhamdulillah sangat bangga atas pemanggilan pertama kali ke timnas senior. Persiapannya, saya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelatih performance pribadi saya untuk melihat lagi apa saja yang masih terus perlu diperbaiki," ujar Cahya.
"Saya bertekad memperbaiki kekurangan selama berlatih di sana. Harapannya semoga bisa konsisten di timnas maupun klub," tuturnya.
Sementara itu, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis lebih dahulu pada 27 Maret di FIFA Series 2026. Pada hari yang sama, Bulgaria akan melawan Kepulauan Solomon.
Pemenang kedua pertandingan itu akan bertemu di final pada Senin, 30 Maret 2026, sementara tim yang kalah akan saling berhadapan dalam perebutan tempat ketiga.
FIFA Series 2026 di Indonesia akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (*)

