MerahPutih.com - Bagaimana jadinya kisah cinta dua manusia yang hidup di dunia berbeda? Pertanyaan itu menjadi bagian dari cerita dalam film Lunar Colony.
Film Lunar Colony berkonsep thriller fiksi ilmiah yang membayangkan kehidupan manusia ketika Bulan telah berubah menjadi koloni permanen. Film ini akan disutradarai Roel Reine, yang sebelumnya menggarap serial Halo.
Lunar Colony mengambil latar 2060, atau hampir tiga dekade setelah manusia membangun Terra 2.0, yakni sebuah peradaban permanen di Bulan. Dalam dunia tersebut, Bumi semakin bergantung pada sumber daya yang dihasilkan koloni Bulan.
Ketergantungan tersebut perlahan menciptakan ketegangan antara dua dunia. Persaingan untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali pun mulai mengancam hubungan antara manusia di Bumi dan penghuni koloni.
Baca juga:
Hungry Ghost Festival, Film Horor Komedi Garapan Imam Darto Tayang 26 November 2026
Lunar Colony Bawa Kisah Cinta Tiara dan Josh Melawan Batas Bumi ke Bulan
Semenara di tengah ketegangan tersebut, muncul kisah Tiara dan Josh, yaitu dua anak muda yang tumbuh di sisi berbeda dari pemisah Bumi dan Bulan.
Keduanya pun jatuh cinta. Hubungan tersebut bukan sekadar persoalan perasaan, tetapi juga membawa mereka berhadapan dengan loyalitas politik, harapan keluarga, serta pihak-pihak yang ingin menjaga jarak antara kedua dunia.
Kisah cinta mereka menjadi salah satu inti cerita Lunar Colony. Di balik gambaran masa depan tentang manusia yang telah hidup di Bulan, film ini membawa kembali persoalan yang sangat familiar: bagaimana mempertahankan cinta ketika dunia di sekitar justru menuntut dua orang untuk saling berseberangan.
Baca juga:
Aurora Ribero Kembali ke Horor, Film Terbarunya 'Kill Kill Bang Bang' Tayang Perdana di Los Angeles
Film Lunar Colony Terinspirasi dari Program NASA
Cerise Fukuji menulis skenario Lunar Colony dengan mengambil inspirasi dari program Artemis NASA. Program tersebut merupakan upaya NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan dan mengembangkan keberadaan manusia di sana, termasuk rencana pembangunan infrastruktur jangka panjang.
Film ini membawa gagasan tersebut lebih jauh ke masa depan. Jika manusia benar-benar berhasil membangun peradaban permanen di Bulan, seperti apa hubungan antara penghuni Bumi dan koloni tersebut?
Fukuji memproduksi film ini melalui Sintered Steel Productions bersama Patricia A. Beninati dari Centerboro Productions, Todd Slater dari Convoke Media, serta sejumlah produser lainnya.
Roel Reine tertarik menggarap Lunar Colony bukan hanya karena skala fiksi ilmiahnya, tetapi juga karena cerita manusia yang berada di balik dunia futuristik tersebut.
Baca juga:
Film 'Sumpah Darah' Ungkap Teaser Perdana, Asmara Abigail Hadapi Situasi Mengerikan
Sebelumnya, Reine telah mengeksplorasi dunia futuristik melalui serial Halo yang tayang pada 2022 hingga 2024.
Ia ingin menggambarkan Bulan bukan sekadar latar futuristik yang penuh teknologi, tetapi sebagai tempat yang terasa nyata, indah sekaligus keras dan industrial.
Sebuah peradaban yang dibangun untuk bertahan hidup, tetapi belum tentu memberikan kebebasan kepada penghuninya. (Tka)