MERAHPUTIH.COM - FILM One Battle After Another membawa pulang piala Oscar untuk kategori Best Picture dalam ajang Academy Awards ke-98 yang digelar di Dolby Theatre, kawasan Ovation Hollywood, Amerika Serikat, Minggu (15/3). Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi film garapan Paul Thomas Anderson di panggung Oscar tahun ini.
Dalam pidatonya, Anderson mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang film tersebut hingga akhirnya meraih penghargaan tertinggi di industri perfilman dunia.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari ini. Perjalanan yang sangat indah dengan nominasi lain di kategori ini, teman pembuat film kami yang berkerja keras untuk dikenang dalam Academy Award. Ada banyak film yang bagus tahun ini,” kata Anderson saat menerima piala.
Selain meraih Best Picture, film ini juga memenangi beberapa kategori bergengsi lainnya, yaitu Best Director untuk Paul Thomas Anderson, Best Adapted Screenplay, serta Best Film Editing. Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi One Battle After Another sebagai salah satu karya paling menonjol di Oscar tahun ini.
Baca juga:
Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2026: 'One Battle After Another' Sabet Best Picture
Film One Battle After Another terinspirasi dari novel kriminal multifaset karya Pynchon yang terbit pada 1990, kemudian diadaptasi ke layar lebar oleh Anderson dengan pendekatan sinematik yang khas penuh aksi, ketegangan politik, dan banyak sentuhan emosional.
Film ini dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Leonardo DiCaprio, Benicio Del Toro, dan Sean Penn. Setiap aktor menghadirkan penampilan kuat dalam kisah drama kriminal yang kompleks. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang tokoh yang terseret dalam pusaran konflik politik dan kejahatan, menghadirkan narasi berlapis yang memadukan thriller, drama psikologis, serta kritik sosial.
Meski menuai pujian luas dari kritikus dan sukses secara artistik, performa komersial film ini sempat menjadi sorotan. Hingga Maret 2026, One Battle After Another tercatat meraup pendapatan global sekitar USD 209,6 juta dolar atau setara sekitar Rp 3,3 triliun. Namun, angka tersebut masih dianggap kurang memuaskan karena biaya produksi dan promosi film ini dilaporkan mencapai lebih dari USD 200 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun.
Walau performa film ini tak terlalu moncer di hal komersil, setidaknya berbagai kemenangan One Battle After Another rasanya cukup untuk membukti kekuatannya secara artistik. Sebelum Oscar, film ini telah lebih dulu mengumpulkan berbagai penghargaan internasional. One Battle After Another memenangi kategori penulis karya asli dan penulis skenario adaptasi terbaik di ajang USC Libraries Scripter Awards ke-38 yang digelar pada Januari lalu. Film ini juga mencatatkan kemenangan di berbagai ajang besar seperti Golden Globe Awards dan Critics' Choice Awards.(Tka)
Baca juga:
'One Battle After Another' Menangi Best Adapted Screenplay Oscar Ke-98