Merahputih.com - Tottenham Hotspur kini berada di ambang degradasi Premier League 2026 setelah mencatatkan tren performa terburuk dalam sejarah klub.
Meski Superkomputer Opta masih memberikan peluang bertahan sebesar 81,9%, kenyataan di lapangan menunjukkan Spurs sedang terjebak dalam krisis multidimensi menjelang laga krusial kontra Liverpool di Anfield.
Klub asal London Utara ini menjadi satu-satunya tim di kasta tertinggi yang belum mencicipi kemenangan sekalipun di tahun 2026.
Baca juga:
Liverpool Kalah 1-0 dari Galatasaray, Arne Slot Sesalkan Keputusan Wasit
Alih-alih mendapatkan pelipur lara di kompetisi Eropa, Tottenham justru babak belur dihajar Atletico Madrid dengan skor 5-2 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa lalu.
Kekalahan tersebut diwarnai blunder fatal kiper Antonin Kinsky yang menyebabkan tim tertinggal 4-0 hanya dalam waktu 22 menit. Pelatih kepala, Igor Tudor, kini menghadapi tekanan hebat setelah menelan empat kekalahan beruntun sejak menggantikan Thomas Frank.
"Situasi ini benar-benar sulit bagi semua orang di klub. Kami harus segera menemukan cara untuk menghentikan pendarahan ini sebelum terlambat," ujar Igor Tudor.
Statistik Pertahanan Terburuk di Liga
Sejak awal musim lalu, lini belakang Tottenham tampil sangat rapuh dengan catatan kebobolan mencapai 111 gol. Data statistik menunjukkan angka Expected Goals Against (xGA) mereka berada di angka 108,0, yang merupakan catatan terburuk di divisi utama.

Saat ini, Spurs hanya terpaut satu poin dari zona merah dan terancam masuk ke tiga terbawah jika gagal meraih poin di Anfield, sementara kompetitor seperti West Ham dan Nottingham Forest meraih hasil positif.
Krisis pemain juga memperburuk keadaan. Bek andalan Micky van de Ven dipastikan absen akibat akumulasi kartu merah, sementara Cristian Romero dan João Palhinha diragukan tampil usai mengalami benturan kepala di laga kontra Atletico.
Harapan di Anfield dan Ancaman Mohamed Salah
Meski bermain di markas lawan, Tottenham memiliki statistik unik di mana 66% poin mereka musim ini justru didapatkan saat melakoni laga tandang.
Namun, Liverpool bukanlah lawan yang mudah meski tim asuhan Arne Slot tersebut juga sedang tidak konsisten.
Mohamed Salah diprediksi akan menjadi momok utama bagi pertahanan Spurs. Penyerang asal Mesir tersebut telah mengoleksi 16 gol sepanjang kariernya melawan Tottenham.
Jika Salah berhasil mencetak gol lagi, ia akan semakin mendekati rekor Alan Shearer sebagai pencetak gol terbanyak ke gawang Spurs di era Premier League.
Duel di Anfield hari Minggu besok akan menjadi penentu apakah Tottenham mampu bangkit atau justru semakin terjerembab ke jurang degradasi yang menghantui sejarah panjang klub tersebut.
Dominasi Liverpool dan Mimpi Buruk Igor Tudor
Berdasarkan data Opta Superkomputer, Liverpool memiliki peluang menang sebesar 65,1%, jauh mengungguli Tottenham yang hanya diberi probabilitas 16,1%.

Pada pertemuan perdana Desember lalu, Liverpool sukses membungkam Tottenham 2-1 lewat gol Alexander Isak dan Hugo Ekitiké. Sejarah juga mencatat bahwa laga Liverpool vs Tottenham merupakan partai dengan gol terbanyak dalam sejarah Premier League, yakni total 209 gol.
Liverpool sendiri berkontribusi mencetak 127 gol dari angka tersebut, menjadikan laga ini jaminan tontonan banjir gol.
Prakiraan Susunan Pemain
Liverpool akan turun dengan kekuatan penuh, sementara Tottenham harus putar otak akibat badai cedera dan sanksi pemain. Berikut adalah proyeksi pemain yang akan berlaga:
-
Liverpool: Giorgi Mamardashvili; Jeremie Frimpong, Ibrahima Konaté, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai; Mohamed Salah, Cody Gakpo, Hugo Ekitiké.
Pelatih: Arne Slot
-
Tottenham: Guglielmo Vicario; Pedro Porro, Kevin Danso, Radu Dragusin, Archie Gray; Souza, Yves Bissouma, Pape Sarr, Conor Gallagher; Richarlison, Dominic Solanke.
Pelatih: Igor Tudor