Merahputih.com - Hari raya Idul Adha 2026 akan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Hal ini diputuskan berdasarkan pantauan (rukyatul) hilal dari 88 lokasi berbeda di Indonesia oleh Kementerian Agama.
Nah, suasana menjelang hari raya kurban kali ini terasa berbeda. pasalnya, serbuan video hasil generate AI yang menampilkan kawanan sapi dan kambing asyik memegang gitar jadi perbincangan netizen. Bukannya memperlihatkan kepasrahan, hewan-hewan calon kurban tersebut justru tampil bak musisi yang siap menggelar konser.
Baca juga:
Lirik Lagu 'Timeless' dari The Weeknd yang Bernuansa R&B/Soul
Video hasil generate AI berisi visualisasi jenaka domba, kambing, hingga sapi sedang duduk santai memetik senar gitar lengkap dengan minuman di atas meja ini langsung memicu interaksi massal penonton layar gawai.
Keunikan video tersebut semakin berlipat ganda berkat latar belakang musik yang mengiringinya. Lagu bertajuk 'Tongkrongan Kami' sebagai pengiring aksi kocak para hewan kurban itu jadi makin menambah kocak suasana.
Nostalgia Anthem Tongkrongan Kami
Lagu pengiring video hewan kurban tersebut sejatinya bukan karya baru di industri hiburan tanah air. Tembang jenaka ini sempat menjadi bahan perbincangan hangat publik pada tahun 2022 silam melalui platform berbagi video.
hewan kurban di tanggal 27 bulan mei: https://t.co/2fJg8mF7ny pic.twitter.com/7xvdeNOMQa
— skye (@oycantik) May 1, 2026
Karya musik ikonik digital berasal dari unggahan video YouTube berjudul 'Brother PBSU 275 Tongkrongan kami sopan' di kanal Fonni Cungkring. Kini, melodi bernuansa jalanan tersebut kembali bangkit menemani figur-figur hewan kurban digital menyongsong perayaan kurban akhir Mei mendatang.
Lirik Video
Kami dari 27 bulan Mei (bulan Mei)
Ayo dong bantai kami (ayo dong bang)
Kalo elu punya nyali (kalo punya nyali yee)
Lirik Lengkap
Tongkrongan kami sopan, tongkrongan kami sopan
Tongkrongan yang bukan makan kawan (ya parah)
Tongkrongan dia edan
Tongkrongan perkampungan
Tongkrongan yang ada di jembatan (broker an*ing)
Getok ember kalo diba*ok darah luber (darah luber)
Kalo diba*ok darah luber
Kami remaja setia kawan bukan pesawat
Apa lagi yang ada di jembatan (broker an*ing)
An*ing pesawat yang beraninya di kandangan
gak berani berkoar di luaran
Malamnya turun hujan
Siangnya mentari
PBSU lagi wara-wiri
Walau musuh menghadang
Broker pun menerjang,
PBSU tak kan pernah goyang
(tak kan pernah goyang bos!)
Baca juga:
Dul Jaelani Bicara Adiksi Dunia Maya dalam Single 'Tipu Muslihat Dunia', Berikut Lirik Lengkapnya
Getok batu kalo diba*ok manggil pertu (tak pertu, pertu)
Kalo diba*ok manggil pertu
Kami dari 27 bulan Mei (bulan Mei)
Ayo dong bantai kami (ayo dong, bang)
Kalau elo punya nyali (kalau punya nyali, ye)
Tongkrongan kami bukan tongkrongan pecundang (pecundang, pecundang)
Kami siap membuktikan (membuktikan)
Cobalah daerah kampungan
Jalan ke depan dikit ketemu restupala (restupala)
Yang mukanya kaya karma (akk!)
Gue ba*ok bilang emak (ah parah)
Jalan ke Setka Tengah ketemu silaturahmi (silaturahmi)
Tatarannye nginjek t*i (ya parah)
Sampe jamet jarang mandi (ya parah, mandi, mandi mandi)
Jalan ke Sukajadi ketemu anak rindo (rindo ko**ol)
Bocahnye don*o-don*o (don*o don*o)
Doni acang gede bego
Jalan ke Duri B ketemu anak kampak (tak kampak ko**ol)
Reptunya setan valak
Jagoane dua sem*ak (ya parah)
Muter ke Banjir Kanal ketemu anak broker (broker an*ing)
Yang katanya keker-keker
Rajip to*ol makan ager (ya parah)
Jalan ke Pasar Kanuran ketemu anak pesawat (pesawat an*ing)
Yang katanya rajin sholat (rajin sholat ga tuh!?)
Punya BR boleh ngembat (parah, maling)
All base kami bukan All base takut pedang
All base kami tak pernah mundur
Basis-basis kami tak akan takut pedang
Walau musuh bawa pedang panjang
Kami tahan dengan tas selempang
Kami tahan dengan... tangan doang
Dar der dor pake besum,
Minta gedor nih bang.