Lipatan Tubuh Tidak Boleh Diberi Pelembab, Ini Alasannya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Februari 2024
Lipatan Tubuh Tidak Boleh Diberi Pelembab, Ini Alasannya

Ada bagian tubuh yang sebaiknya tidak diberi pelembab. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pelembab dipercaya dapat membuat kulit terlihat lebih awet muda. Meski demikian ada bagian di tubuh yang tidak boleh diberi krim pelembab, seperti pada lipatan-lipatan tubuh.

Dermatolog dr. Ricky maharis, Sp.KK menyebutkan alasan mengapa bagian lipatan-lipatan tubuh tidak dianjurkan untuk diberi krim pelembab.

“Pelembab itu sangat baik untuk tubuh, bahkan dapat membuat awet muda apabila dengan rutin diaplikasikan sejak muda. Namun, ada beberapa bagian yang sebaiknya tidak diberikan pelembab,” kata Ricky dilansir Antara, Rabu (31/1).

Baca juga:

4 Ciri Kulit Kusam, Segera Lakukan Perawatan

Menurutnya, bagian-bagian lipatan tubuh yang tidak disarankan untuk diberikan pelembab yakni ketiak, lipatan paha, lipatan bokong, dan yang paling dilarang adalah bagian selangkangan.

Ricky menjelaskan bahwa bagian lipatan-lipatan tubuh telah memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, sehingga tidak lagi perlu ditambahkan krim pelembab. Dengan menambahkan pelembab di bagian tersebut, justru akan menimbulkan masalah kesehatan.

“Memakai pelembab di lipatan tubuh tidak disarankan, karena di bagian-bagian itu seperti lipatan ketiak, lipat paha, selangkangan, itu sudah memiliki sel minyak yang lebih, dan tidak boleh keadaannya terlalu lembab. Bila terlalu lembab, jamur dan bakteri akan tumbuh di situ, sehingga infeksi,” terang Ricky.

Baca juga:

6 Kandungan Wajib pada Serum untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat


Adapun cara pemakaian pelembab yang baik adalah saat setiap baru selesai mandi, ketika kulit masih belum terlalu kering, sehingga memudahkan krim pelembab untuk menyerap ke dalam kulit.

Penting untuk memilih krim pelembab yang sesuai dengan jenis kulit dan memerhatikan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, konsistensi penggunaan yang rutin akan membantu mencapai manfaat yang optimal untuk kulit.

Ricky menyebut krim pelembab dapat membantu memperbaiki fungsi barier alami kulit. Barier kulit yang sehat adalah kunci untuk melindungi kulit dari infeksi dan iritasi.

Beberapa krim pelembab yang baik juga harus mengandung bahan-bahan aktif yang dapat memberikan nutrisi tambahan untuk kulit, seperti vitamin, antioksidan, dan bahan-bahan lain yang bermanfaat. (*)

Baca juga:

Dermatolog: Gunakan Pelembab Lima Menit setelah Mandi

#Kecantikan #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan