PEREMPUAN seharusnya mengenal bagian tubuhnya dengan baik. Hal itu agar perempuan bisa membaca dan memahami alarm yang diberikan tubuh ketika sakit ataupun ada yang salah dalam tubuh. Salah satu bagian tubuh perempuan yang patut diperhatikan, yaitu vagina.
Di luar sana, banyak sekali mitos yang beredar terkait dengan vagina. Mulai dari penggunaan sabun pencuci khusus vagina, perubahan bentuk vagina setelah melahirkan, hingga mitos adanya G-spot.
Dikutip dari Health, ahli ginekologi yang juga penulis buku The Complete A to Z for Your V Alyssa Dweck, MD, memberikan penjelasan tentang mitos seputar vagina.
1. Untuk melawan kuman, vagina harus dibersihkan dengan sabun khusus
Terlalu banyak bakteri jahat bisa berbahaya untuk vagina Anda. Itu benar. Meskipun demikian, organ kewanitaan ini punya mekanisme membersihkan diri untuk menghalau bakteri jahat dan mikroba, sementara menjaga bakteri baik untuk berkembang. Menurut Dweck, sabun badan, sabun berpewangi, hingga pencuci vagina berpotensi mengganggu keseimbangan pH pada vagina. Hal itu dapat membuat bakteri jahat berkembang biak.
Dweck menyarankan untuk membersihkan vagina menggunakan sabun lembut tanpa aroma dan pewangi. Caranya, usapkan sabun ke vagina dengan tangan atau sehelai kain lalu bilas dengan air bersih untuk menghilangkan busanya. Lakukan pencucia sekali hingga dua kali sehari juga setelah Anda berkeringat di pusat kebugaran. Duduk terlalu lama dan membiarkan keringat mengering di selangkangan Anda dapat membuat Anda terkena infeksi jamur.
2. Adanya cairan aneh dan terasa gatal pastilah ciri infeksi jamur
Meskipun gatal yang amat sangat, kemerahan, dan keluar lendir berbau merupakan tanda jelas infeksi jamur, Anda tidak bisa mengenyampingkan jenis infeksi lainnya vagina. Oleh karena itu, jangan terburu-buru mengobati diri sendiri dengan obat yang dijual bebas. Dweck menyebut langkah terbaik yang harus Anda lakukan ialah periksakan diri ke ginekolog.
Ungkapkan secara mendetail gejala yang Anda alamai kepada ginekolog. Beberapa gejala penyakit lain dapat meneyerupai infeksi jamur, semisal reaksi alergi terhadap produk perawatan vagina yang berpewangi, penyakit menular seksual trichomoniasis, dan vaginosis yang disebabkan pertumbuhan berlebihan bakteri jahat di vagina.
3. Vagina akan kendur secara permanan setelah melahirkan
Vagina Anda memang berubah setelah melahirkan. Namun, bukan berarti itu akan jadi amat mengerikan seperti pakaian dalam yang kendur. Perubahan vagina setelah melahirkan amat tergantung pada seberapa besar vagina itu meregang selama prose melahirkan dan besarnya bayi yang Anda lahirkan.
Namun jangan khawatir, Leena Nathan, MD, ginekolog pada Ronald Reagan UCLA Medical Center, menyebut melahirkan memang membuat otot vagina meregang, tapi itu akan kembali seiring waktu. Jika Anda masih merasa tak sabar untuk proses pemulihan, senam kegel bisa jadi pilihan untuk pemulihan otot vagina.
4. G-spot itu tidak ada
Ada tidaknya G-spot sudah lama jadi perbdebatan. G-spot digambarkan sebagai bagian kecil yang kenyal yang terletak di bagian depan dinding vagina antara mulut vagina dan serviks.
Namun, pada 2012, sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Sexual Medicine menyimpulkan bahwa sebuah pengukuran objektif tidak dapat memberikan bukti yang kuat dan konsisten tentang keberadaan sebuah anatomi yang terkait dengan G-spot.
Jadi meskipun tidak ada organ khusus bernama G-spot yang bekerja seperti tombol otomatis kenikmatan, Nathan mengonfirmasi bahwa area di dalam vagina memang terdiri atas serangkaian serat saraf yang menurutnya sudah pasti akan meningkatkan kepuasan seksual Anda. Mengenai apakah perempuan dapat mencapai titik kepuasan itu atau tidak, itu tergantung dari seberapa sensitif Anda.
"Beberapa orang memang lebih sensitif ketimbang lainnya," ujar Nathan.
5. Mengenakan celana yoga seharian akan membuat vagina terinfeksi
Mitos yang satu ini mungkin berakar dari perilaku duduk berlama-lama dengan celana penuh keringat setelah berolahraga. Terlebih jika celana itu terbuat dari bahan yang mudah dijangkiti bakteri, seperti bahan sintetis.
Selalu menutupi vagina Anda dengan bahan yang ketat dan tertutup memang membuat Anda merasa makin gatal ketimbang mengenakan celana longgar ataupun tanpa celana. "Amat penting bagi vagina Anda untuk dapat bernapas, dan tidak tertutup kain sepanjang waktu," ujar Dweck.
Ia menyerankan, segera ganti celana olahraga atau legging Anda ketika berkeringat. Selain itu, pertimbangkan juga tidur tanpa pakaian dalam.(*)
Baca juga Rapper Tyga Akui Janin Di Perut Kylie Jenner Anaknya