KOMUNITAS Bumi Bajra akan membawakan seni kontemporer bertajuk GEN saat mewakili Bali Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Jumat (10/3).
Ketua Komunitas Bumi Bajra IGP Rakadana mengaku mewakili Bali di tingkat nasional menyiratkan makna yang amat mendalam. Ia juga menjelaskan GEN awalnya digarap Ida Made Adnya Gentorang dan Ida Ayu Wayan Prihandari. Oleh karena itu, istilah GEN digunakan sebagai perwujudan pewarisan partikel terkecil di setiap benih kehidupan.
Benih-benih itu disimbolkan dengan ‘telur’, dipercaya sebagai penciptaan kosmik dalam kehidupan manusia Bali. GEN juga merupakan jejak sejarah hidup. Jejak-jejak itu akan divisualisasikan melalui media ‘telur’ bersama dengan pesan-pesan mengenai tradisi keluhuran yang tak boleh diterkam zaman.
“Sama halnya dengan ‘aksara’ sebagai jejak peradaban jiwa yang bersifat kelanggengan dan tak termusnahkan,” tutur IGP Rakadana, Kamis (8/3).
Nantinya, sekelompok anak yang berperan itu akan memperdebatkan mana yang lebih dulu, apakah telur atau ayam. Mereka saling mempertahankan pendapat masing-masing dengan berbagai argumen.
“Kisahnya sederhana, kami buat sebuah konflik ringan, yakni perdebatan atara ayam dan telur, mana yang lebih dulu ada,” ucap Rakadana
Aktivitas keseharian anak-anak itu kami coba visualkan dengan menggambarkan tentang dunia mereka
.
“Bagaimana layaknya anak-anak selain bermain, mereka juga belajar aksara melalui perspektif mereka sendiri. Yaitu bermain dengan musik, tari, dan yoga,” tutup Rakadana. (MKF)

