Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Lewat Seni Kontemporer, Komunitas Bumi Bajra Sampaikan Kearifan Lokal

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 09 Maret 2018
Lewat Seni Kontemporer, Komunitas Bumi Bajra Sampaikan Kearifan Lokal

GEN, seni kontemporer dari Komunitas Bumi Bajra. (foto: ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOMUNITAS Bumi Bajra akan membawakan seni kontemporer bertajuk GEN saat mewakili Bali Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Jumat (10/3).

Ketua Komunitas Bumi Bajra IGP Rakadana mengaku mewakili Bali di tingkat nasional menyiratkan makna yang amat mendalam. Ia juga menjelaskan GEN awalnya digarap Ida Made Adnya Gentorang dan Ida Ayu Wayan Prihandari. Oleh karena itu, istilah GEN digunakan sebagai perwujudan pewarisan partikel terkecil di setiap benih kehidupan.

Benih-benih itu disimbolkan dengan ‘telur’, dipercaya sebagai penciptaan kosmik dalam kehidupan manusia Bali. GEN juga merupakan jejak sejarah hidup. Jejak-jejak itu akan divisualisasikan melalui media ‘telur’ bersama dengan pesan-pesan mengenai tradisi keluhuran yang tak boleh diterkam zaman.

“Sama halnya dengan ‘aksara’ sebagai jejak peradaban jiwa yang bersifat kelanggengan dan tak termusnahkan,” tutur IGP Rakadana, Kamis (8/3).

Nantinya, sekelompok anak yang berperan itu akan memperdebatkan mana yang lebih dulu, apakah telur atau ayam. Mereka saling mempertahankan pendapat masing-masing dengan berbagai argumen.

“Kisahnya sederhana, kami buat sebuah konflik ringan, yakni perdebatan atara ayam dan telur, mana yang lebih dulu ada,” ucap Rakadana

Aktivitas keseharian anak-anak itu kami coba visualkan dengan menggambarkan tentang dunia mereka
.
“Bagaimana layaknya anak-anak selain bermain, mereka juga belajar aksara melalui perspektif mereka sendiri. Yaitu bermain dengan musik, tari, dan yoga,” tutup Rakadana. (MKF)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan