Lewat Debut Album 'Chaos' The Baby Seals Lantang Suarakan Kebebasan
The Baby Seals lepas album perdana. (foto: dok/The Baby Seals)
MerahPutih.com – Setelah penantian cukup panjang, trio punk asal Cambridge The Baby Seals akhinya melepas debut album bertajuk Chaos. Album ini menandai akhir dari kampanye mereka yang didukung oleh para kritikus dan penggemar fanatic yang menggilai gaya punk feminis yang begitu liar.
“Album ini benar-benar tentang bagaimana perasaan dan pengalaman kita melihat dunia sekitar di usia 30-40an. Ada yang mengatakan bahwa album ini seperti melihat The Baby Seals tumbuh dewasa,” ucap personel The Baby Seals Kerry dalam keterangan resmi yang diterima MerahPutih.com, Jumat (19/4).
Bagi The Baby Seals, Chaos menjadi luapan energi yang mentah dan tanpa filter. Album ini terinspriasi dari pengalaman dan lanskap sosial yang terus berubah. Proses rekamannya pun tergolong sederhana, dilakukan secara live di sebuah bangunan terpencil di Thaxted, Essex, dikelilingi hamparan lading.
Baca juga:
The Baby Seals Lepas Debut 'Chaos'
“Minimnya proses pasca produksi membuat album ini terasa otentik, dan membiarkan karakter sonik band ini berkembang dan matang dengan apa adanya,” tambah personel The Baby Seals lainnya Amos.
View this post on Instagram
Baca juga:
David Gilmour Pink Floyd Libatkan Keluarga Garap Album 'Luck and Strange'
Secara tema, Chaos membahas berbagai hal, mulai dari konten mainstream yang bisa bikin kantuk (Yawn Porn) sampe tekanan sosial buat melawan penuaan (ID'd at Aldi). Lagu-lagu seperti Vibrator dan My Labia is Lopsided, But I Don't Mind adalah perayaan tanpa tedeng aling-aling atas seksualitas dan citra tubuh wanita.
Sementara, lagu yang berjudul sama dengan albumnya sendiri, Chaos, memperlihatkan kerumitan dalam menghadapi dunia yang penuh disinformasi dan jejak pergerakan MeToo (gerakan melawan pelecehan dan kekerasan seksual).
Baca juga:
Crumb Ceritakan si Pengganggu dalam ’The Bug’
Kemudian di lagu Invisible Woman membahas tentang hilangnya keberadaan perempuan di mata masyarakat seiring bertambahnya usia. Sementara Mild Misogynist mengangkat tema omong kosong seksisme sehari-hari.
Selain itu, lagu Nipple Hair dan It's Not About The Money, Honey mendukung otonomi tubuh dan kesetaraan hak asasi manusia. (Far)
Bagikan
Berita Terkait
Makna Lirik Lagu Terbaru JKT48 'Andai ’Ku Bukan Idola', Ceritakan Dilema Seorang Idola
'Perih' dari Elvy Sukaesih Kisahkan Luka dan Keputusasaan Cinta
Mitski Eksplorasi Cinta dan Kehilangan di Single 'I’ll Change for You', Simak Lirik Lagunya
Wahyu F Giri Rilis Single 'Sumandhing', Lagu Tentang Keselarasan 2 Hati
Dibawakan Dede April DA7, Lagu 'Menggapai Mimpi' Karya Miko Sukses Curi Perhatian
'DJ Got Us Fallin’ In Love' milih Usher Jadi Soundtrack 'Bridgerton'
NiMBY Hadirkan Lagu 'Ruang Untuk Pulang', tentang Kesehatan Mental dan Kesepian
Lirik dan Makna Mendalam Lagu 'Creep' dari Radiohead, Cerita soal Rasa tak Layak Dicintai
Ruzan & Vita Visualisasikan Kisah Cinta 20 Tahun Lewat Video Musik 'Rayuanmu'
BASS3 Luncurkan Single '3WARNA', Satukan 3 Karakter Bass Indonesia