Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Lembur Pangkal Kegemukan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 01 Maret 2018
Lembur Pangkal Kegemukan

Ilustrasi. (pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI pekerja kantoran, bekerja melebihi jam kerja mungkin saja jadi aktivitas yang biasa dilakukan, paling tidak sekali dalam sebulan.

Anda mungkin sudah berusaha sedemikian rupa agar semua tanggung jawab pekerjaan selesai sebelum waktu pulang kantor. Namun, volume pekerjaan yang menumpuk kerap memaksa beberapa pekerja pulang larut malam.

Bekerja melebihi waktu ternyata memberi banyak efek buruk buat diri Anda. Pekerja yang kerap lembur rentang terkena stres dan rasa suntuk. Belum lagi kelelahan hingga gampang terserang penyakit.

Namun, baru-baru ini sebuah penelitian mengungkap bahwa bekerja lembur jadi pangkal kegemukan. Bagaimana bisa?

Sebuah studi di University of Helsinski meneliti 7.000 orang dewasa yang cenderung mengalami pertambahan berat badan. Setelah dipelajari, ternyata sebagian besar bekerja overtime atau lembur.

Rupanya, kenaikan berat badan itu terkait dengan tidak adanya waktu untuk berolahraga. Pekerja yang lembur cenderung lebih sering duduk di kantor ketimbang beraktivitas fisik.

Itu belum termasuk waktu makan malam yang tertunda. Makan malam yang sebaiknya dilakukan sebelum pukul 18.00 jadi mundur hingga pukul 21.00 atau bahkan lebih larut lagi. Bukan cuma sekali, hal tersebut bahkan bisa berlangsung terus dalam waktu lama.

Lembur dengan aktivitas kerja berlebih juga memicu stres. Kemunculan stres pada beberapa orang bisa berujung pada peningkatan nafsu makan. Memang, beberapa orang cenderung melampiaskan stres pada makanan. Pola makan yang jadi tak terkontrol akibat stres tentunya akan mengatrol berat badan Anda.

obese
Lembur bikin nafsu makan tak terkontrol. (foto: pixabay)

Agar tidak terjebak dalam pola lembur yang tak sehat, mulailah minimalkan waktu lembur. Di Indonesia, pekerja dikatakan lembur jika bekerja lebih dari 9 jam (termasuk 1 jam istirahat).

Sangat penting bagi ANda untuk memberi batasan waktu pada pekerjaan. Tujuannya, supaya usai bekerja, Anda masih punya waktu untuk bersepeda atau sekadar berjalan berkeliling kompleks.

Jangan pernah lewatkan makan malam. Masak sendiri makanan rendah kalori seperti ikan panggang, salad atau jus.

Agar waktu lebih efektif dan produktif, gunakan alarm waktu. Jadi saat alarm berbunyi, Anda bisa memilih prioritas pekerjaan mana yang harus lebih dulu selesai.

Yuk, mulai atur waktu kerja Anda supaya efektif dan efisien. Work hard bagus, tapi work smart lebih penting.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan