Legislator PDIP Kenneth Soroti Masalah SDM dan Komunikasi Buruk RSUD di Jakarta
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth. (Dok. DPRD DKI)
MerahPutih.com - Pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta saat ini masih jauh dari kata maksimal. Terdapat dua masalah yang dipetakan Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, yakni buruknya komunikasi manajemen RSUD kepada pasien dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) tenaga medis.
Kenneth mendesak Dinkes DKI untuk lebih responsif dalam melakukan evaluasi kinerja RSUD-RSUD. Jika dinilai tak becus mengelola, dia mengusulkan untuk dilakukan mutasi direktur utama RSUD dari jabatannya.
"Kan kita bisa merekomendasikan, mungkin ada rotasi dan lain-lain, kan boleh. Kita rekomendasi kepada gubernur, supaya diganti orangnya dirotasi atau apa," katanya, usai rapat kerja bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI dan para direktur utama (dirut) RSUD di gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (28/5).
Baca juga:
Menurut dia, kekurangan tenaga medis ini sangat berimbas pada pelayanan pasien di RSUD. Oleh karenanya, dia menuntut Dinkes DKI harus berbenah menyelesaikan masalah tersebut demi masyarakat Jakarta.
"Jadi kalau memang kurang orang, itu akan berdampak terhadap pelayanan. Terus, komunikasinya juga jelek. Jadi kita lihat calon-calon pasien menumpuk tapi tidak ada komunikasi," ungkap legislator Kebon Sirih itu.
Politikus PDIP itu juga menyoroti lemahnya respons petugas RSUD dalam merespons pasien yang menunggu perawatan di IGD maupun ruang rawat. Tak jarang masyarakat ditelantarkan di ruang tunggu tanpa penjelasan.
Baca juga:
Pemprov DKI Perluas RSUD Tarakan, Pembangunan Dijadwalkan pada 2027
Lebih jauh, Kenneth meminta manajemen RSUD melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan berdiskusi dengan DPRD untuk mencari jalan keluar jika merasa kekurangan tenaga medis untuk melayani pasien.
"Kemarin di RSUD Cengkareg saya melihat dari sumber daya manusia sangat kurang. Jadi kalau memang butuh, tambah. Pokoknya penekanan saya, saya garis awahi, masyarakat ini jangan menjadi korban karena permasalahan internal," tutupnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
12 RT dan 17 Ruas Jalan Jakarta Tergenang Banjir, Termasuk Kemang dan Daan Mogot
Banjir di Jakarta Meluas, 17 Ruas Jalan Terendam
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Buat Kurangi Kendaraan Pribadi
Indonesia Masters 2026: Ganda Campuran Indonesia Adnan/Indah Singkirkan Ganda Malaysia
Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development
Pramono Ingin Warga Jakarta Dibikin Senang Saat Imlek, Tebar Diskon Belanja
Transjabodetabek Bakal Layani Blok M ke Bandara Soekarno Hatta dan Cawang ke Jababeka
Momen Wali Kota Madiun Maidi Tiba di Gedung Merah Putih usai Terjaring OTT KPK
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir
Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan di PN Tipikor Jakarta