Legislator Kebon Sirih Minta Warga Jakarta Waspada Pohon Tumbang dan Tiang Listrik
Ilustrasi: Petugas PPSU dan Sudin Gulkarmat tengah mengevakuasi angkot JakLinko yang tertimpa pohon di Jalan Pahlawan Komarudin, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (30/1/2024). ANTARA/Syaiful Hakim
Merahputih.com - Masyarakat Jakarta diminta waspada dan siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG akan terjadi selama sepekan ke depan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau bisa menjaga kebersihan lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan selokan dari sampah agar tidak terjadi banjir.
Informasi cuaca terkini dari sumber terpercaya, menyimpan nomor-nomor darurat, serta menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak juga harus jadi perhatian warga.
“Waspada terhadap pohon tumbang dan tiang listrik. Jika ada yang rawan rubuh, segera laporkan kepada petugas atau gunakan aplikasi JAKI untuk melaporkannya,” papar Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono, Kamis (23/1).
Baca juga:
Atasi Ancaman Banjir di Akhir Januari, Pemprov DKI Kembali Bakal Modofikasi Cuaca M
“Selain itu, persiapkan perlengkapan seperti jas hujan, payung, dan sepatu bot, serta amankan dokumen penting agar tidak rusak,” sambung dia.
Terkait pengawasan terhadap pemerintah daerah, politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, koordinasi antara stakeholder terkait sudah berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Baik di tingkat wilayah, BPBD, dinas-dinas terkait untuk menghadapi cuaca ekstrem.
“Potensi cuaca ekstrem ini sudah dipahami dengan baik oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan seluruh stakeholder terkait,” terang Mujiyono.
Mengenai anggaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki dasar hukum yang jelas. Khususnya untuk mendukung penanggulangan bencana.
Baca juga:
Desember 2024 Jakarta Enggak Banjir, BPBD DKI Klaim Berkat Operasi Modifikasi Cuaca
Yakni, Pergub 1 Tahun 2024 tentang Rencana Penanggulangan Bencana Daerah 2023-2027. “Selain itu, ada Pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak,” tambah Mujiyono.
Hal ini membuatnya optimistis. Kesiapan anggaran dan koordinasi yang baik antardinas dapat meminimalisasi dampak cuaca ekstrem.
“Semua pihak harus bersinergi, sehingga kita dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem,” tandas dia.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Merata pada Sabtu (17/1)
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
Banjir Kabupaten Tangerang Kian Parah, 24 dari 29 Kecamatan Terendam
Warga Taman Cikande Tangerang Dikepung Banjir 2 Meter, Butuh Logistik & Obat-obatan
50 Ribu Jiwa Terdampak, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Waspada! BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota Besar Rabu (14/1)
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Rabu, 14 Januari 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta 14 Januari: Waspada Hujan Ringan dari Pagi Hingga Siang Hari
Dishub Kandangkan 4 Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu Akibat Cuaca Buruk
Selasa (13/2) Pukul 18.00, 3 RT di Jakarta masih Kebanjiran, Ribuan Orang Mengungsi