MerahPutih.com – Timnas Korea Selatan dipastikan tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan di fase grup.
Sebelumnya, Korea Selatan kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali takluk 0-1 saat menghadapi Afrika Selatan. Hasil tersebut membuat Taeguk Warriors gagal melaju ke babak 32 besar.
Baca juga:
Jurgen Klopp Jadi Kandidat Terkuat Pengganti Julian Nagelsmann di Timnas Jerman
Timnas Korea Selatan 2 Kali Kalah di Grup A Piala Dunia 2026
Korea Selatan menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, di Stadion Guadalajara, Meksiko. Dalam laga tersebut, Meksiko meraih kemenangan 1-0 berkat gol tunggal Luis Romo pada menit ke-50.
Selanjutnya, Korea Selatan kembali menelan kekalahan saat menghadapi Afrika Selatan di Stadion Monterrey, Meksiko.
Gol semata wayang Afrika Selatan dicetak oleh Thapelo Maseko pada menit ke-63 melalui tendangan kaki kiri setelah menerima umpan Tshepang Moremi.
Baca juga:
Viral! Suporter Jepang 'Ngamuk' usai Brasil Menang Dramatis di Piala Dunia 2026
Kekalahan tersebut memastikan langkah Korea Selatan terhenti di fase grup A, sekaligus menjadi pukulan bagi tim maupun para pendukungnya.
Taeguk Warriors hanya meraih kemenangan saat menghadapi Republik Ceko. Mereka menang tipis dengan skor 1-0. Selain itu, mereka gagal menjadi salah satu tim dengan peringkat ketiga terbaik.
Presiden Lee Jae Myung Soroti Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Kegagalan timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 turut mendapat respons dari Presiden Lee Jae Myung.
Melalui pidatonya, Lee menyayangkan hasil yang diraih Korea Selatan. Ia menilai, ada sejumlah hal yang perlu dikritisi, bahkan diinvestigasi.
Berikut adalah poin-poin yang menjadi sorotan Presiden Lee Jae Myung usai Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026:
1. Rekrutmen Pelatih Bermasalah
Lee Jae Myung menyoroti keputusan mengangkat kembali Hong Myung-bo sebagai pelatih Timnas Korea Selatan. Menurutnya, Hong Myung-bo tidak kompeten untuk menangani timnas.
Sebagai catatan, Hong Myung-bo pernah melatih Korea Selatan pada Piala Dunia 2014. Saat itu, Korea Selatan juga gagal lolos dari fase grup.
Kembalinya Hong Myung-bo membuat Lee mengaku "benar-benar bingung." Ia bahkan menyebut adanya indikasi favoritisme dalam proses penunjukan tersebut.
"Alasan mengapa penunjukan yang gagal seperti itu, yang tidak membedakan antara kepentingan publik dan swasta serta memprioritaskan keuntungan pribadi di atas kepentingan publik. Bisa jadi adalah karena tidak mungkin atau sulit memantau, memeriksa, dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang memiliki wewenang penunjukan," tulis Lee di X, Selasa (30/6).
Baca juga:
Masih tak Terima, Jurgen Klopp Sindir Arsenal usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026
2. Minta Lakukan Investigasi
Presiden Lee Jae Myung juga memerintahkan instansi terkait untuk melakukan investigasi terhadap kegagalan Timnas Korea Selatan yang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026.
3. Dinilai Merugikan Negara
Lee juga menilai kegagalan tersebut berdampak pada negara, termasuk kerugian secara material. Sebab, timnas dan jajaran pelatih didanai melalui pajak rakyat serta sumber daya nasional.
"Saya meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyelidiki secara menyeluruh keadaan pasti dari insiden ini, menganalisis penyebabnya, dan mengembangkan langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan perbaikan," katanya. (Tka)