Ledakan di Kereta Bawah Tanah, Scotland Yard Sebut itu sebagai Teror

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 15 September 2017
Ledakan di Kereta Bawah Tanah, Scotland Yard Sebut itu sebagai Teror

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH ledakan terjadi di kereta bawah tanah di London. Scotland Yard menyatakan ledakan itu sebagai teror.

Ledakan terjadi di Stasiun Parson Green di Fulham pada pukul 08.20 waktu London (pukul 14.20 WIB). Sebuah gambar yang dirilis menunjukkan sebuah ember putih terbungkus plastik supermarket. Namun, tidak terlihat kerusakan yang luas di dalam gerbong kereta bawah tanah itu.

Kepolisian setempat menyebut terlalu dini untuk mengonfirmasi penyebab ledakan, tapi stasiun telah ditutup. Koresponden BBC Frank Gardner juga mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab insiden ledakan itu.

Meskipun demikian, seorang saksi mata mengatakan melihat setidaknya seorang penumpang dengan luka di wajah. Saksi lainnya menggambarkan kepanikan yang terjadi saat penumpang yang ketakutan berlarian meninggalkan kereta di Stasiun Green Parsons.

London Ambulance Service mengonfirmasi telah mengirimkan tim respons ke tempat kejadian ledakan.

Akibat ledakan itu, sejumlah perjalanan kereta api bawah tanah ditangguhkan. Polisi bersenjata juga diturunkan ke lokasi.

Saksi mata


Seorang penumpang, Chris Wildish, mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa ia melihat ember dalam kantong supermarket yang mengeluarkan api tingkat rendah di dekat pintu kereta belakang.
Saksi lainnya, Lukas, mengatakan ada semacam ledakan keras. "Itu terjadi saat penumpang hendak memasuki ke stasiun kereta bawah tanah sehingga semua orang berbaris untuk keluar dari kereta. Tercium bau terbakar yang amat jelas," katanya.
"Saya melihat beberapa korban luka bakar," katanya.

Selain menderita luka bakar, beberapa penumpang dikabarkan mengalami cedera saat berusaha keluar dari Stasiun Parson Green.

Home Secretary Amber Rudd menyampaikan belasungkawa dan simpatinya terhadap para korban ledakan tersebut. (*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan