K-pop

Laris Manis, IZONE Kalahkan TWICE

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 09 April 2019
Laris Manis, IZONE Kalahkan TWICE

Dengan penjualan yang fantastis di pekan pertama, IZONE mengalahkan rekor TWICE. (foto: Instagram @official_izone)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREBUTAN takhta sebagai girl band paling digilai akhirnya dimenangi IZONE. Grup yang dibentuk dari para pemenang kompetisi Produce 48 itu menggeser posisi TWICE. Posisi puncak diraih IZONE dengan penjualan lebih dari 130 ribu album HEART*IZ pada pekan pertama. Sebuah catatan yang mengalahkan rekor TWICE.

IZONE adalah grup ketiga yang dibentuk melalui acara Produce. Pembentukan itu mengikuti jejak I.O.I dan Wanna One. Grup ini terdiri dari sembilan personel Korea dan tiga personel Jepang, yakni Sakura, Yabuki Nako, dan Honda Hitomi. Sebelum memulai debut bersama IZONE, ketiganya sudah menjadi member AKB48.

Album HEART*IZ milik mereka terjual 132.109 kopi pada periode 1-7 April. Angka itu lebih tinggi daripada penjualan TWICE. Padahal, girl band besutan JYP Entertainment itu selalu merajai penjualan album pekan pertama sejak diluncurkan. Demikian diungkapkan agensi Off the Record Entertainment yang mengutip data Hanteo Chart.

Dilansir Yonhap, IZONE sudah meramaikan dunia K-pop bahkan sebelum meluncurkan album perdana, COLOR*IZ, pada Oktober tahun lalu. Album debut mereka terjual 80.822 kopi pada pekan pertama penjualan. Hal itu membuat IZONE membawa pulang dua penghargaan Rookie of the Year.

Enggak cuma albumnya yang laris, Violeta, lagu andalan dari HEART*IZ, sudah ditonton hampir 20 juta kali di Youtube dalam sepekan setelah diluncurkan.

Kini, grup beranggotakan 12 gadis Korea dan Jepang ini berencana menggelar konser perdana di Korea Selatan pada Juni mendatang.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan