NAMA Tasya Kamila sudah beberapa lama tak terdengar di dunia hiburan Tanah Air. Mantan artis cilik berwajah cantik itu memang tengah menempuh pendidikan S-2 di Columbia University. Di sana, pelantun Si Anak Gembala itu menimba ilmu administrasi publik.
Baru-baru ini, Tasya terlihat ikut dalam sebuah forum yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Kamis (1/2), Tasya mengaku menjadi perwakilan Indonesia untuk ECOSOC Youth Forum.
"Menghadiri ECOSOC Youth Forum di PBB. Mendengarkan dan belajar tentang solusi dari generasi muda, aspirasi, dan hal-hal yang sudah dilakukan anak muda di seluruh dunia untuk mencapai SDGs," ujar Tasya dalam unggahan itu.
We cannot solve our problems with the same thinking used to create them.
Attended ECOSOC Youth Forum at the UN. Listened and learned about youth's solutions, aspirations, and what young people from all over the world have done to achieve the SDGs. Ngeliat langsung bahwa beberapa negara punya Menteri yang usianya dibawah 30 tahun! Wow. Semoga suatu hari nanti Indonesia juga punya Menteri dari kalangan anak muda yang berbakat, inovatif, dan inspiratif. Penting banget loh peran pemuda dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kalau kata Einstein Ada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang aku kira pasti salah satunya terdapat issue yang mungkin kalian tertarik, seperti: perubahan iklim, energi yang terjangkau dan ramah lingkungan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, edukasi yang berkualitas, air dan sanitasi, dan masih banyak lg. Yang terpenting bagi kita anak muda adalah mau berkolaborasi, join komunitas, dan bersama2 membuat solusi untuk permasalahan di sekitar kita. Mulai dari sekitar kita dulu, bagus banget kalau bisa sampai bikin gerakan nasional/internasional. So, let's take REAL ACTION! . Oh btw, I had so much fun earlier with these amazing peeps from Indonesia!! ???????? A post shared by Tasya Kamila (@tasyakamila) on Feb 1, 2018 at 1:13am PST
Ia juga mengaku kagum mengetahui ada banyak menteri yang masih relatif muda, yakni di bawah 30 tahun. Sebagai anak muda, Tasya pun mengajak anak muda lain untuk ikut beraksi untuk mencapai tujuan SDGs.
"Yang terpenting bagi kita anak muda ialah mau berkolaborasi, join komunitas, dan bersama-sama membuat solusi untuk permasalahan di sekitar kita. Mulai dari sekitar kita dulu, bagus banget kalau bisa sampai bikin gerakan nasional/internasional. Ayo buat aksi nyata!" ajak Tasya.
Wah, bikin bangga ya.(dwi)

