PERISTIWA penembakan mengerikan di Las Vegas Amerika Serikat, yang menewaskan puluhan orang tewas dan ratusan lainya luka-luka pada Minggu (1/10) di konser musik di dekat Mandalay Bay Resort and Casino.
Dalam kejadian itu juga dikabarkan 2 orang anggota kepolisian ikut menjadi korban. Melihat hal ini, beberapa musisi ternama dunia seperti Lady Gaga dan Ariana Grande angkat bicara mengenai insiden tersebut, seperti yang dilansir dari Billboard.
Lady Gaga tak segan-segan melontarkan kekecewaanya lewat media sosial Twitter, dirinya menganggap hal itu murni aksi terorisme, dan tak ada kaitannya dengan ras, gender, maupun agama.
"Ini adalah terorisme yang polos dan sederhana. Teror tidak terkait ras, jenis kelamin atau agama. Demokrat & Republik silahkan bersatu sekarang #guncontrol" Tulis Gaga Di Twitter.
Senada dengan Lady Gaga, Ariana Grande nampak begitu sedih melihat peristiwa tersebut, lalu pelatun hit "Focus" itu pun tak lupa untuk menggaukan pesan perdamaian dan mendesak agar para pemimpin AS perketat kontrol senjata
"Hatiku hancur untuk Las Vegas. Kita membutuhkan cinta, persatuan, damai, kontrol senjata & agar kita tak lagi melihat terorisme," tulis Ariana .
Para musisi tersebut menggaungkan tuntutan di media sosial mereka masing-masing tentang undang-undang kontrol senjata yang lebih ketat di Amerika Serikat. Hal itu lantaran peristiwa penembakan mematikan itu tak kurang menewaskan 50 orang dan melukai 500 orang lainnya.
Identitas pelaku penembakan mematikan tersebut saat ini telah diketahui, yaitu seorang pria berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock, dimana dirinya menembaki kerumunan Route 91 Harvest Festival dari lantai 32 Mandalay Bay Resort Hotel dan Casino. Namun usai kejadian tersebut, orang itu ditemukan tewas oleh pihak kepolisian di kamarnya. (*)
Simak juga yuk berita menarik lainnya Kemenlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Las Vegas