MerahPutih.Com - Anggota BPN Prabowo-Sandi yang juga ekonom senior Rizal Ramli mengingatkan pemerintahan Joko Widodo agar tidak terlalu pro-asing. Hal ini diungkapkan Rizal Ramli terkait peminjaman dana infrastruktur kepada pemerintah Tiongkok.
Pasalnya, menurut Rizal Ramli yang beberapa kali namanya disebut Prabowo sebagai tim ahli kubunya, saat ini Tiongkok bukan lagi negara adidaya terkait kondisi keuangan.
"Dengan China defisit 13 miliar dollar, hari ini 2018 18 miliar dolar. Nambah 5 miliar dolar. Kebijakan ekonomi pak Jokowi terlalu baik dengan China," kata Rizal di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).
Mantan Menko Kemartiman ini menambahkan, Indonesia perlu menjalin persahabatan dengan negara asing, namun jangan Tiongkok.
"Prabowo berani dengan Xi Jinping (Presiden Tiongkok) Kita akan revisi proyek listrik dan kereta Jakarta-Bandung," terang dia.
Selain itu, Rizal Ramli juga secara khusus menyoroti stagnannya pertumbuhan ekonomi Tiongkok dari 8 persen sekarang direvisi menjadi 6 persen.
"Banyak yang ngabur dari China mereka bawa tenaga kerja ke Indonesia. Tenaga kasar. Rakyat kita nganggur pak jokowi mau kasih kerja ke China?," imbuh Rizal Ramli.
Pengamat ekonomi ini percaya bahwa jika Prabowo terpilih, kebijakan kerjasama Indonesia dan Tiongkok akan ditinjau ulang.
"Kalau berkuasa Pak prabowo akan negosiasi dengan Xi Jinping tenaga kerja 10 persen. Diperlukan keberanian dalam dunia internasional," terang Rizal.
Rizal Ramli sendiri menyarankan Indonesia bekerjasama dengan negara lain seperti India dan Vietnam.
"Kita genjot ekonomi 8 persen. Ngapain ngemis datengin asing, nanti asing yang rugi," pungkas Rizal Ramli.(Knu)

