MerahPutih.com - Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai tantangan lomba mengaji Alquran yang dilayangkan tim kampanye Jokowi-Ma'ruf merupakan sindiran.
Menurut Ujang, sindiran tersebut halus tapi sangat telak untuk memojokkan kubu lawan, karena diketahui Cawapres Jokowi sendiri merupakan ulama yang disegani.
"Kalau menurut saya ini sindiran ke kubu sebelah. Dalam konteks politik ini sindiran halus tapi mengena," kata Ujang saat dimintai keterangan, Jumat (24/8).
Namun begitu, tantangan seperti ini bisa saja ditarik menjadi isu SARA, akan tetapi dia lebih melihat bahwa ini merupakan sindiran untuk memojokkan lawan politik.
"Tapi dalam konteks politik bukan itu poinnya, tapi lebih kepada saling memojokkan dan menyindir," ucap dia.
Kalau pun ada yang ingin memainkan isu ini, diharapkan sebaiknya dihindari karena akan berdampak buruk bagi konstruksi demokrasi tanah air.
"Kalau diajak ke arah SARA lebih baik menghindar, bangunlah visi misi membangun. Tidak baik (SARA) dalam konteks Indonesia dalam berdemokrasi," terangnya.
Sebelumnya Politisi NasDem sekaligus Jubir tim kampanye KIK Irma Suryani menantang kubu Prabowo-Sandi beradu ngaji Alquran dengan Paslon Jokowi-Ma'ruf. Tantangan itu merupakan respon dari Sandiaga Uno yang mengajak Presiden Jokowi lomba renang. (Fdi)