Kubu Jokowi Tantang Koalisi Prabowo Adu Ngaji, Pengamat: Jangan Dibawa ke SARA

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 24 Agustus 2018
Kubu Jokowi Tantang Koalisi Prabowo Adu Ngaji, Pengamat: Jangan Dibawa ke SARA

Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: KPU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai tantangan lomba mengaji Alquran yang dilayangkan tim kampanye Jokowi-Ma'ruf merupakan sindiran.

Menurut Ujang, sindiran tersebut halus tapi sangat telak untuk memojokkan kubu lawan, karena diketahui Cawapres Jokowi sendiri merupakan ulama yang disegani.

"Kalau menurut saya ini sindiran ke kubu sebelah. Dalam konteks politik ini sindiran halus tapi mengena," kata Ujang saat dimintai keterangan, Jumat (24/8).

Namun begitu, tantangan seperti ini bisa saja ditarik menjadi isu SARA, akan tetapi dia lebih melihat bahwa ini merupakan sindiran untuk memojokkan lawan politik.

"Tapi dalam konteks politik bukan itu poinnya, tapi lebih kepada saling memojokkan dan menyindir," ucap dia.

Prabowo-Sandiaga. Foto: MP/Fadhli

Kalau pun ada yang ingin memainkan isu ini, diharapkan sebaiknya dihindari karena akan berdampak buruk bagi konstruksi demokrasi tanah air.

"Kalau diajak ke arah SARA lebih baik menghindar, bangunlah visi misi membangun. Tidak baik (SARA) dalam konteks Indonesia dalam berdemokrasi," terangnya.

Sebelumnya Politisi NasDem sekaligus Jubir tim kampanye KIK Irma Suryani menantang kubu Prabowo-Sandi beradu ngaji Alquran dengan Paslon Jokowi-Ma'ruf. Tantangan itu merupakan respon dari Sandiaga Uno yang mengajak Presiden Jokowi lomba renang. (Fdi)

#Jokowi-Ma'ruf Amin #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan