Kubu Jokowi Curiga Prabowo-Sandi Sering Minta Maaf

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 14 November 2018
Kubu Jokowi Curiga Prabowo-Sandi Sering Minta Maaf

Pasangan Prabowo-Sandi saat Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/9) (Foto: Twitter @fadlizon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mencurigai seringnya Paslon Nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta maaf kepada masyarakat.

Menurut Karding, tradisi minta maaf sebenarnya baik dan sesuai dengan ciri bangsa Indonesia sendiri. Namun, lanjut dia, apakah semua hal dapat diselesaikan dengan meminta maaf, apalagi terkait dengan tindakan politik yang berdampak besar.

Politisi PKB itu menuturkan, dalam politik semua pernyataan, tindakan dan kebijakan pasti akan berdampak bagi masyarakat luas, sehingga perlu kehati-hatian.

"Berbuat tanpa dipikir, berbuat seenaknya, berbuat dengan grusa-grusu, asal ngomong dan sebagainya tanpa memikirkan dampaknya, dan setelah itu minta maaf. Selesai urusan," kritik Karding kepada awak media, Rabu (14/11).

karding
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding

Karding menduga seringnya Prabowo-Sandi meminta maaf adalah bentuk strategi politik untuk mempengaruhi pemilih. Menurut dia, strategi serupa pernah dilakukan di Pemilu Amerika Serikat yang disebut metode Firehouse of the Falsehood.

"Itu terjadi di Amerika dan solusi terbaiknya adalah minta maaf. Ini yang bahaya. Bahaya bagi kehidupan politik ke depan dan itu jangan sampai terjadi di Indonesia," pungkasnya.

Terhitung sudah tiga kali Paslon Prabowo-Sandi meminta maaf atas tindakan mereka sendiri. Pertama, terkait dengan penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet, kedua soal tampang Boyolali dan terakhir aksi Sandiaga melangkahi makam pendiri NU. (Fdi)

Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Bagikan