Piala Dunia 2018

Kroasia dan Keajaiban Sang Kuda Hitam di Piala Dunia 2018

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 15 Juli 2018
Kroasia dan Keajaiban Sang Kuda Hitam di Piala Dunia 2018

Para pemain Kroasia merayakan keberhasilan timnya ke Final Piala Dunia (Foto: FIFA.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sejak Piala Dunia 2018 di Rusia bergulir pertengahan Juni silam, tak banyak pengamat atau wartawan sepak bola yang menyebut Kroasia sebagai tim unggulan. Luka Modric dan kawan-kawan justru masuk dalam daftar kuda hitam. Artinya, paling banter Kroasia hanya sampai perempat final, kalau beruntung semifinal.

Kroasia mengejutkan pencinta sepak bola manakala membungkam Argentina tiga gol tanpa balas. Padahal Argentina datang ke Rusia lengkap dengan sang mega bintang, Lionel Messi sebagai sosok protagonis beserta sejumlah nama beken yang mengisi daftar top score liga-liga elite Eropa.

Merefleksikan perjalanan Kroasia menuju final Piala Dunia bagi Presiden UEFA Aleksander Ceferin merupakan sebuah keajaiban. Betapa tidak, Kroasia termasuk negara kecil di pelataran Laut Adriatik dengan total penduduk 4,2 juta jiwa.

Kapten Kroasia Luka Modric
Kapten Timnas Kroasia Luka Modric bersama sang pelatih Zlatko Dalic (Foto: FIFA.com)

Bagi Ceferin, keberhasilan skuat asuhan Zlatko Dalic membuka kepercayaan diri bagi negara-negara kecil untuk mendapat sorotan di panggung global sekelas Piala Dunia.

Kroasia, yang menembus empat besar pada Piala Dunia 1998, menghadapi juara pada tahun itu, Prancis, di pertandingan final pada Minggu di Moskow.

"Ini jelas merupakan hal yang bagus dan kembali membuktikan pekerjaan bagus yang dilakukan sepak bola Eropa," kata Ceferin kepada televisi Russia Today saat diwawancarai Sabtu, (14/7).

Para pemain Kroasia
Skuat Kroasia diisi pemain-pemain berpengalaman (Foto: FIFA.com)

"Bagi negara berpenduduk empat juta orang, merupakan keajaiban untuk dapat masuk ke final Piala Dunia. Mereka telah memperlihatkan begitu besar hati, begitu besar hasrat, begitu besar semangat juang, yang saya tidak dapat mengatakan bahwa mereka tidak dapat menang pada Minggu,"ungkap Ceferin.

Sebanyak enam dari delapan tim peserta perempat final turnamen tahun ini berasal dari Eropa, dan Ceferin tidak terkejut melihat dominasi negara-negara Eropa di World Cup Rusia.

"UEFA melakukan pekerjaan bagus, bukan sejak saya berada di sini atau karena saya berada di sini, namun karena mereka melakukan pendekatan pengembangan sepak bola dengan sedikit berbeda maka kesenjangannya akan semakin lebar dan melebar," tambah Ceferin.

Dipimpin pemain berpengalaman sekaligus bertalenta seperti Modric, Kroasia tampil menghempaskan tim-tim unggulan seperti Inggris, Nigeria dan tuan rumah Rusia. Kroasia juga tercatat sebagai tim dengan menit bermain lebih lama di banding tim-tim lain karena harus melewati babak extra time dan adu penalti. Dengan ujian berat yang telah dilewati, Ceferin percaya bahwa Kroasia layak mendapat satu tempat di final.

Pemain Kroasia Mario Mandzukic
Pemain Kroasia Mario Mandzukic merayakan golnya ke gawang Inggris (Foto: FIFA.com)

Keberhasilan Kroasia tidak terlepas dari pembinaan dan kompetisi sepak bola Eropa yang terorganisir dan tertarget. Badan sepak bola Eropa UEFA menunjukan kepada negara lain di dunia bahwa Kroasia adalah bukti.

"Kami mendapatkan banyak uang dengan semua kompetisi kami. Kami mengalokasikan uang dengan tepat. Kami memiliki pertemuan-pertemuan kepelatihan. Kami bekerja dengan para pemain yang membantu asosiasi-asosiasi nasional. Kami bekerja dengan pengelolaan yang bagus, "papar Ceferin sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Jika ada yang menyatakan Piala Dunia Rusia dengan cita rasa Piala Eropa, karena finalnya mempertemukan Prancis vs Kroasia, itu bukan kemunduran justru menunjukan keberhasilan UEFA mengelola sepak bolanya satu tingkat diatas federasi sepak bola dari benua Amerika, Asia, Afrika dan Australia-Oceania.

"Kami berinvestasi pada proyek-proyek infrastruktur, pada perkembangan sektor teknis sepak bola... Kami melihat ini merupakan cara yang tepat untuk mencapat kesuksesan dan pengembangan sepak bola." "Sekarang setiap anak di Eropa dapat dipandang sebagai satu talenta dan saya tidak yakin apakah hal seperti itu ada di seluruh dunia, "pungkas Aleksander Ceferin.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Belgia Terlalu Tangguh untuk Inggris Dalam Perebutan Posisi Ketiga Piala Dunia 2018

#Piala Dunia 2018 #Timnas Kroasia #Luka Modric #UEFA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
PSG vs Aston Villa Piala Super UEFA: Analisis, Head to Head dan Prediksi Pemenang
PSG datang dengan misi besar mempertahankan gelar sekaligus sejajar dengan para raksasa Eropa
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Agustus 2026
PSG vs Aston Villa Piala Super UEFA: Analisis, Head to Head dan Prediksi Pemenang
Olahraga
Ditolak AS Saat Piala Dunia, Omar Cetak Sejarah Jadi Wasit Non Eropa Pertama Pimpin Piala Super Eropa
Ia telah masuk daftar wasit internasional FIFA sejak 2018 dan menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika pada 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Ditolak AS Saat Piala Dunia, Omar Cetak Sejarah Jadi Wasit Non Eropa Pertama Pimpin Piala Super Eropa
Olahraga
3 Catatan Krusial Kekalahan Telak AC Milan dari Chelsea di SUGBK: Skuad Gemuk, Terlalu 'Modric Sentris'
Dominasi mutlak The Blues sangat terlihat di atas kertas
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
3 Catatan Krusial Kekalahan Telak AC Milan dari Chelsea di SUGBK: Skuad Gemuk, Terlalu 'Modric Sentris'
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Luka Modric Menolak Pensiun! AC Milan Resmi Amankan Jasa Gelandang Veteran Kroasia Hingga 2027
Keputusan ini menegaskan peran krusial Modric dalam skema permainan tim menghadapi persaingan kompetisi domestik maupun Eropa
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
Luka Modric Menolak Pensiun! AC Milan Resmi Amankan Jasa Gelandang Veteran Kroasia Hingga 2027
Olahraga
Luka Modrić Perpanjang Kontrak di AC Milan, Tutup Karier di Timnas Kroasia Oktober 2026
Luka Modrić dikabarkan memperpanjang kontrak bersama AC Milan hingga musim 2026/2027. Sang legenda Kroasia juga siap pensiun dari tim nasional pada Oktober 2026 demi fokus membawa Rossoneri meraih trofi
ImanK - Rabu, 22 Juli 2026
Luka Modrić Perpanjang Kontrak di AC Milan, Tutup Karier di Timnas Kroasia Oktober 2026
Olahraga
Zlatko Dalic Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Kroasia, Akhiri Hampir Sembilan Tahun Penuh Pencapaian Bersejarah
Zlatko Dalic resmi mengundurkan diri dari posisi sebagai pelatih Timnas Kroasia.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Juli 2026
Zlatko Dalic Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Kroasia, Akhiri Hampir Sembilan Tahun Penuh Pencapaian Bersejarah
Olahraga
Link Live Streaming Portugal vs Kroasia 3 Juli 2026, Duel Sengit Ronaldo vs Modric
Link live streaming Portugal vs Kroasia akan dimulai Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB. Duel sengit ini akan menyuguhkan tontonan menarik.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Link Live Streaming Portugal vs Kroasia 3 Juli 2026, Duel Sengit Ronaldo vs Modric
Olahraga
Prediksi Portugal vs Kroasia: Duel Berat Cristiano Ronaldo vs Luka Modric di Babak 32 Besar
Prediksi Portugal vs Kroasia menjadi duel dua raksasa Eropa. Namun, Portugal masih diunggulkan dalam pertandingan ini.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Prediksi Portugal vs Kroasia: Duel Berat Cristiano Ronaldo vs Luka Modric di Babak 32 Besar
Olahraga
Portugal vs Kroasia: Luka Modric Siap Pensiunkan Cristiano Ronaldo Lebih Cepat dari Panggung Piala Dunia 2026
Pasukan Zlatko Dalic sukses menumbangkan Panama 1-0 serta Ghana 2-1 demi mengamankan posisi kedua Grup L
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Portugal vs Kroasia: Luka Modric Siap Pensiunkan Cristiano Ronaldo Lebih Cepat dari Panggung Piala Dunia 2026
Bagikan