Gaming

Kreator Wild Arms Garap 2 Gim Terbaru

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 31 Agustus 2022
Kreator Wild Arms Garap 2 Gim Terbaru

Dua gim dari kreator Wild Arms dan Shadow Hearts rilis di konsol generasi terbaru.(Foto Restera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KREATOR gim nostalgia, kru dari penggarapan dua gim retro Wild Arms, membuka proyek dua gim JRPG terbaru, Armed Fantasia: To the End of the Wilderness dan Pennyblood. Kedua gim baru tersebut dibuat sedemikian rupa mengikuti referensi yang ada pada gim retro pertama, tapi dengan kualitas yang lebih baru.

Siliconera melaporkan kedua gim tersebut telah membuka laman crowdfunding di Kickstarter pada 30 Agustus 2022 di Jepang. Jika menilik sinopsis dari cerita Armed Fantasia, kreator dari Wild Arms, yakni Akifumi Kaneko dan Tomomi Sasaki, terlibat kembali dalam proyek baru yang menceritakan peperangan siber dengan budaya koboi nan khas.

BACA JUGA:

Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes Perlihatkan Esensi ala gim Retro

Selain menggunakan senjata mekanikal dengan teknologi futuristik, protagonis juga dapat menggunakan ARM (aether reaction maximixer) untuk dapat memberikan serangan sihir ala game JRPG, demi melawan musuh liar yang memiliki tingkat ancaman tinggi.

Cerita Armed Fantasia tidak hanya memperlihatkan pemandangan gurun ala Grand Canyon yang sama seperti game Wild Arms, melainkan kamu sebagai protagonis juga dapat melawan monster raksasa bagaikan Kaiju di tengah badainya gurun. Banyak rahasia yang bisa diungkap dari perjalanan panas, dengan gameplay unik yang tidak akan membuat kamu cepat bosan, meski game ini rilis dengan genre turn-based.

BACA JUGA:

Sony Patenkan Fitur Prediksi untuk PlayStation 5

Jika Armed Fantasia memperlihatkan keseruan peperangan ala koboi, Pennyblood akan menjadi JRPG dengan tema horor ala renaisans. Menikmati dunia malam pada era 1920-an, Matthew Pharrell sebagai protagonis harus menyelesaikan misteri berbahaya nan penuh darah.

Bahkan misteri yang memperlihatkan monster menyeramkan di tengah bulan yang merah bagaikan mawar, Pharrell ternyata dapat mengendalikan kutukan tersebut yang membuatnya dapat berubah wujud menjadi monster. Tentu kutukan tersebut ada konsekuensinya, dari permasalahn estetika badannya hingga status sosial ketika ia bertemu dengan orang baru.

Game Pennyblood akan berfokus pada pertarungan layaknya Shadow Hearts, dimana Pharrell memiliki 'sanity points' yang wajib kamu kontrol. Jika tidak, Pharrell dapat mengamuk menjadi monster yang tidak dapat kamu kendalikan meski tingkat serangan menjadi jauh meningkat.

Kedua game ini sudah bisa kamu akses di laman Kickstarter dengan target dana masing-masing Rp 12 milyar. Selain bisa berdonasi, kamu juga bisa mendapatkan berbagai konten menarik bila kamu mengakses game tersebut lebih awal di laman Kickstarter sebelum kedua game tersebut rilis di platform penjualan digital konsol maupun PC.

Armed Fantasia dan Pennyblood ini masih belum diumumkan tanggal resmi dan platform konsol maupun PC tempat kedua game ini rilis.(dnz)

BACA JUGA:

PlayStation 5 DualSense Edge, Stik untuk Gaming Kelas Kompetitif

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan