KPK: Kasus Century Boediono Tetap Lanjut, Meski Tak Ada Putusan Praperadilan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 11 April 2018
KPK: Kasus Century Boediono Tetap Lanjut, Meski Tak Ada Putusan Praperadilan

Wapres RI periode 2009-2014 Boediono seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Kamis (27/12). (ANTARA/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kelanjutan penyidikan kasus korupsi Bank Century bukan merujuk putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), tetapi berdasarkan temuan alat bukti yang cukup.

"Prinsip dasarnya KPK berkomitmen mengungkap kasus apapun sepanjang terdapat bukti yang cukup," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurut Febri, KPK tentu akan menghormati dan mempelajari putusan praperadilan PN Jaksel dalam menindaklanjuti kasus Century. "Tentu, kami hormati putusan pengadilan tersebut. Berikutnya, KPK akan mempelajari putusan itu dan melihat sejauh mana bisa diimplementasikan," tanda dia, dilansir Antara.

Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan lembaganya tidak pernah menutup kasus yang menyeret nama mantan Wapres Boediono itu. Artinya, penyidikan kasus korupsi Bank Century tetap lanjut, tanpa ada atau tidak putusan praperadilan PN Jaksel.

"Sejak kasus Budi Mulya putus, KPK tidak pernah berhenti mendalami terus kasus itu. Jadi tanpa putusan atau tuntutan siapapun, KPK masih tidak dalam posisi menutup kasusnya," ujar Saut saat dikonfirmasi, Rabu (11/4).

Dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (10/4), Hakim Tunggal Effendy Muchtar memerintahkan KPK untuk tetap melanjutkan kasus dugaan tindak pidana korupsi Bank Century sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan.

Anggota Hakim Effeny juga memerintahkan KPK untuk menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan berdasarkan surat dakwaan atas nama Budi Mulya atau melimpahkannya kepada Kepolisian atau Kejaksaan untuk dilanjutkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Sebelumnya pada Juli 2014, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya divonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (*)

#Kasus Bank Century #Boediono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 Maret 2026
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Berita Foto
Sejumlah Tokoh Nasional Melayat ke Rumah Duka Wapres ke-9 Hamzah Haz
Wapres ke 10 & 12 Jusuf Kalla saat melayat Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz di Rumah Duka Hamzah Haz Kawasan jalan Tegalan, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2024).
Didik Setiawan - Rabu, 24 Juli 2024
Sejumlah Tokoh Nasional Melayat ke Rumah Duka Wapres ke-9 Hamzah Haz
Indonesia
Ganjar Ngaku Dapat 3 Pelajaran Penting saat Bertemu dengan Boediono
Ganjar mengaku dapat pelajaran tentang pentingnya kelembagaan yang baik, manajemen sumber daya manusia yang efektif, dan perencanaan program yang berkualitas.
Andika Pratama - Jumat, 24 November 2023
Ganjar Ngaku Dapat 3 Pelajaran Penting saat Bertemu dengan Boediono
Bagikan