MerahPutih.com - KPK memeriksa Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir dalam penyidikan kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 hari ini. Pemeriksaan ini digelar jelang akhir pekan, atau hari yang dikenal dengan istilah Jumat Keramat di KPK, karena kerap kali menjadi hari penetapan tersangka atau penahanan dalam kasus korupsi yang disidik lembaga antirasuah.
Sofyan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham (IM) yang merupakan mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar. Orang nomor satu di PLN itu telah tiba di KPK sekitar pukul 10.05 WIB tadi.
Kepada wartawan, Sofyan memilih bungkam saat ditanya terkait kabar dirinya itu hadir dalam pertemuan membahas pembagian fee proyek PLTU Riau-1. "Enggak, enggak ada," kata Sofyan saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Jumat (28/9).
Sebelumnya, Sofyan juga telah diperiksa sebagai saksi sebanyak dua kali pada 20 Juli dan 7 Agustus 2018. Hari ini adalah pemeriksaan dirinya yang ketiga kalinya dalam kasus yang sama.
Kemarin, tersangka mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih mengungkapkan beberapa kali bertemu dengan Dirut PLN Sofyan Basir dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati. Nicke sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan plat merah itu pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Saya kan kenal karena mereka memang mitra saya. Pak Sofyan (Dirut PLN), Bu Nicke, kata Eni sebelum diperiksa untuk tersangka Idrus Marham di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/9).
Eni tak membantah jika dalam pertemuan tersebut dirinya melobi Sofyan, Nicke dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT. PLN Supangkat Iwan Santoso agar Blackgold Natural Recourses Limited mendapatan proyek PLTU Riau-1.
Menurut Eni, pertemuannya dilakukan di beberapa tempat, termasuk di Hotel Fairmount, Senayan, Jakarta. "Tapi kalau soal melobi, hmm.. paling enggak kita memang sering ketemu seperti yang sudah saya jelaskan ke penyidik bahwa ada pertemuan dengan Pak Sofyan, Bu Nicke dan Pak Iwan," tandas Eni. (Pon)