Kota Malang Banjir di 39 Titik, BPBD Sebut Pemicu Curah Hujan Tinggi dan Perubahan Iklim

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Desember 2025
Kota Malang Banjir di 39 Titik, BPBD Sebut Pemicu Curah Hujan Tinggi dan Perubahan Iklim

Efek Banjir Malang / dok BPBD Malang

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BENCANA banjir melanda sejumlah tempat di Indonesia. Setelah kawasan Sumatra, kali ini kota Malang, Jawa Timur, yang terdampak banjir. Sebanyak 39 titik di Kota Malang, Jawa Timur, dilanda banjir sejak Kamis (4/12). Dari video yang beredar, debit air terlihat cukup tinggi membuat sejumlah pengguna jalan terpaksa menepi dari derasnya aliran banjir. Beberapa kendaraan juga sempat terjebak di genangan air yang cukup dalam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan banjir di 39 titik dipicu hujan intensitas tinggi pada Kamis (4/12) siang. Hal itu memicu peningkatan debit air pada drainase dan sungai di beberapa wilayah Kota Malang.

"Terjadi luapan ke jalan maupun masuk ke permukiman warga sehingga banyak yang terjebak di dalam rumah," kata Prayitno kepada wartawan dikutip Jumat (5/12).

Saat ditanya soal penyebab banjir, Prayitno menyatakan salah satunya disebabkan intensitas curah hujan yang lebih tinggi ketimbang beberapa waktu ke belakang. "Informasi nasional menyebut curah hujan memang naik sampai 40 persen karena perubahan iklim," tutur dia.

Baca juga:

Kota Malang Terendam Banjir, BPBD Terpaksa Matikan Pasokan Listrik



Prayitno menyatakan penanganan peristiwa banjir mengedepankan proses tanggap bencana yang memprioritaskan keselamatan masyarakat. "Kami di proses tanggap bencana, keluarga kami selamatkan. Listrik dimatikan karena mohon maaf bisa terancam korsleting," kata Prayitno.

Banjir itu merendam di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Blimbing, Kecamatan Sukun dan Kecamatan Lowokwaru, dengan tingkat keparahan dan dampak yang berbeda-beda. Dengan tinggi 80 centimeter sampai 150 centimeter.

Di Kecamatan Blimbing, air meluap di sejumlah titik padat permukiman seperti Jalan Ciliwung, Jalan Kedawung, Jalan Karya Timur, hingga kawasan Glintung. Sebagian lokasi bahkan mengalami tembok rumah jebol di Jalan Karya Barat dan sepeda motor hanyut di Jalan Letjend Sutoyo.

Kemudian di Kecamatan Sukun, banjir terpantau di wilayah EWS Bukit Barisan, EWS Candi, serta Jalan Terusan Sigura-gura.

Sementara itu, di Kecamatan Lowokwaru, genangan meluas dari kawasan Sudimoro, pertokoan sekitar Soekarno Hatta, hingga permukiman seperti Jalan Candi Kalasan, Jalan Bukirsari, Jalan Kebon Jeruk, dan sejumlah ruas lainnya. Beberapa titik banjir juga terpantau di sekitar cafe di Soehatt dan dekat RS Universitas Brawijaya.

Selain itu, di Kecamatan Kedungkandang, sebuah pohon juga dilaporkan roboh di Jalan Raya Sawojajar. Banjir juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bunga Coklat, Jalan Kalpataru, Jalan Kedawung, Jalan Letjen Sutoyo ke arah Jalan Ahmad Yani, Jalan Ciliwung, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo ke arah Jalan WR Supratman.

Selain banjir, hujan deras yang terjadi sejak Kamis siang hingga menjelang petang ini juga menyebabkan satu pohon tumbang di Jalan Raya Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. “Korban seluruhnya selamat, tidak ada laporan korban jiwa,” pungkas Prayitno.(knu)

Baca juga:

80% Destinasi Wisata Aceh Porak-poranda Akibat Bencana Banjir-Longsor



#Banjir #Malang #Kota Malang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Indonesia
BMKG Ungkap Pemicu Gempa M 5,2 di Malang
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter pemutakhiran magnitudo M 5,0 dengan pusat gempa berkedalaman 39 km.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BMKG Ungkap Pemicu Gempa M 5,2 di Malang
Indonesia
Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, GetaranTerasa Sampai Bali
BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, masyarakat diimbau tetap tenang dan berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, GetaranTerasa Sampai Bali
Indonesia
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Gempa Malang hari ini dengan magnitudo 5.2 mengguncang wilayah Jawa Timur bagian selatan. Cek info resmi BMKG soal potensi tsunami dan daftar daerah terdampak guncangan!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Narasi itu merujuk pada peristiwa yang terjadi hampir tiga bulan sebelumnya, yakni aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Malang pada Senin (15/6).
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Bagikan