PAMERAN Dunia Komik yang diadakan di Galeri Nasional berlangsung dari 2 hingga 18 April 2018. Komik yang dihadirkan pada pameran tersebut merupakan karya anak bangsa. Ini bukanlah pertama kalinya komik Indonesia dipamerkan di Galeri Nasional. Dengan dukungan dari Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1998, Edi Sedyawati, beberapa tokoh kolektor dan pengamat komik senior mengadakan Pekan Komik dan Animasi Nasional di Galeri Nasional Indonesia pada 6-12 Februari 1998.
Sebelum dipamerkan, ada 340 karya yang masuk untuk dinilai pada tahap awal penjurian Dunia Komik. Juri terdiri dari Jim Supangkat (Kurator Seni Rupa), Iwan Gunawan (Peneliti dan Kolektor Komik) dan Hikmat Darmawan (Kurator).
"Ada sekitar 160 karya yang kami loloskan di tahap awal," jelas Hikmat.
Di tahap kedua, ketiga juri meloloskan 129 karya untuk dipamerkan di Galeri Nasional.
Di tahap kedua tersebut, para kurator menilai bahwa 129 karya yang lolos memiliki bahasa komik beragam dalam hal pengungkapan emosi, perancangan panil, dan penyusunan adegan. Ada yang menggunakan bahasa manga dari Jepang, bahasa komik klasik dari
Amerika atau gaya clear line khas Eropa.
Tak hanya penggunaan bahasa, Hikmat mengungkapkan bahwa medium yang digunakan oleh peserta untuk menggambar panil pun beragam.
Berikut beberapa medium unik yang digunakan oleh komikus lokal.
1. Budi Santoso, Titah Sang Raja, tinta di atas sebuah tong
2. Rivan, Banjir, media recycle dari kaleng biskuit dan kaleng minuman
3. IDe' Darmawan , Spesial Penghangat Tubuh, mix media dari kain kanvas dan cat