Kolaborasi Lintas Genre di Single ‘Nona Manis’ Barry Likumahuwa
Barry Likumahuwa rilis single kolaborasi lintas genre. (Foto: istimewa)
MUSISI dengan nama asli Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa atau akrab disapa Barry Likumahuwa, kembali berkarya melalui single Nona Manis yang telah rilis di seluruh platform musik digital pada 5 Februari 2021 kemarin.
“Lagu ini terinpirasi dari Adinda Shalahita, istri dari Barry Likumahuwa yang biasa disapa olehnya dengan panggilan Nona Manis sejak awal mereka bersama,” tulis isi dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih Kamis (11/2).
Baca juga:
Kisah Bahagia Isyana Sarasvati dan Rayhan Maditra di Lagu '1+1'
View this post on Instagram
Istilah Nona Manis sendiri merupakan sebuah rujukan kepada seorang gadis cantik dalam bahasa Maluku. Pada single ini, Barry Likumahuwa berkolaborasi dengan produser hip-hop, Indra Prof atau biasa disapa Prof D, serta mengajak duo rapper muda, Rascals untuk rilis terbarunya ini.
Pendekatan nuansa musik lagu ini menjadi sesuatu yang cukup memberi warna berbeda dari karya-karya Barry sebelumnya. Nuansa yang kental dengan hip-hop pada dekade 90an, menjadikan single Nona Manis sangat dipengaruhi oleh arti-artis hip-hop, seperti Skee Lo, Dr. Dre, 2Pac dan semacamnya.
Duo Rascals yang berkolaborasi pada single ini, sebelumnya dikenal dengan nama Lil Rascal dan sempat popular dengan lagu hit Papuy maupun Gue Kece yang video klipnya mencapai dua juta views di YouTube beberapa tahun lalu. Dua anak muda ini memberi sentuhan hip-hop kental dengan ritme unik menggunakan perpaduan bahasa Inggris dan Indonesia, dengan sedikit logat Ambon.
Baca juga:
Mengintip Pesan Positif di Balik Lagu 'Vitamin' Adlani Rambe
Tidak itu, Barry juga berkolaborasi dengan kolaborator lama dari era BLP (Barry Likumahuwa Project) yaitu Matthew Sayersz, menampilkan suara khasnya yang menurut Barry masih belum tertandingi. Sehingga menjadi buah pemanis dari single Nona Manis dengan alunan emas yang keluar dari pita suaranya. Hal ini, menjadi sebuah reuni yang cukup apik setelah satu decade lamanya mereka tidak berkarya bersama.
Pada single ini pun, Barry Likumahuwa coba memasukan unsur Tifa, alat musik tradisional khas Maluku yang direkam oleh percusionist, Georgie Tanasale. Barry mencoba menggali kembali sisi akar kebudayaan Maluku, terutama semenjak kepergiang sang Ayah, Benny Likumahuwa pada Juni 2020 lalu.
Menurut Barry, pemahaman tentang kebudayaan Maluku dirasa perlu diteruskan, agar legacy dengan kecintaannya terhadap budaya Indonesia Timur tetap selalu dan ada yang akan selalu menjadi sebuah identitas dari dirinya. (far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Featuz Rilis 'People Never Change', Lagu Reflektif tentang Cinta dan Perubahan
Alan Walker Gandeng Sorana di Lagu 'Void', Single Baru dari Album Mendatang 'World of Walker'
Lagu Romantis Olivia Dean 'A Couple’s Minutes' Ramai Dipakai di TikTok, Simak Lirik Lengkapnya
Elephant Kind Buka 2026 dengan 4 Lagu Baru, Arah Musikal Enerjik Menuju Album More Time
Musik Alternatif Penuh Refleksi, Larung Kembali dengan Single 'Menanam Racun'
Rilis 15 Mei, Album Spesial ‘HONNE 10’ Rayakan 1 Dekade Jejak Musik HONNE
Makna Lirik Lagu Terbaru JKT48 'Andai ’Ku Bukan Idola', Ceritakan Dilema Seorang Idola
'Perih' dari Elvy Sukaesih Kisahkan Luka dan Keputusasaan Cinta
Mitski Eksplorasi Cinta dan Kehilangan di Single 'I’ll Change for You', Simak Lirik Lagunya
Wahyu F Giri Rilis Single 'Sumandhing', Lagu Tentang Keselarasan 2 Hati