MerahPutih.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyatakan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, pekan lalu tidak pecah di udara. Pesawat hancur saat bertubrukan dengan dengan permukaan laut dengan kondisi mesin menyala dalam kecepatan sangat tinggi.
"Mesin tidak ada masalah. Bagian-bagian dari mesin dalam kondisi hidup dengan RPM cukup tinggi ini, kita mengatakan tanda mesin kecepatan cukup tinggi saat jatuh di air," kata Soerjanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (5/11).
Menurut Soerjanto, mesin pesawat saat jatuh masih dalam kondisi menyala dengan kecepatan putaran turbin yang tinggi terbukti dengan ditemukan mesin pesawat dalam kondisi utuh. "Keadaan mesin hidup, hal ini ditandai dengan turbin atau kompresor hidup dengan putaran cukup tinggi," imbuh dia.
Soerjanto menjelaskan jika pesawat meledak di udara serpihan yang ditemukan di lapangan harusnya berukuran lebih besar. Apalagi, lanjut dia, serpihan itu pun tersebar di jarak yang cukup jauh dari jarak prakiraan pesawat itu jatuh.
"Jadi pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air pesawat tidak pecah di udara. Jika pesawat pecah di udara, maka serpihan sangat lebar dan ini kami tegaskan saat menyentuh air masih dalam keadaan utuh," tandas orang nomor satu di KNKT itu. (*)