Musik

Nasionalisme di Balik Lagu dan Video Klip 'Anak Garuda'

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 29 Agustus 2019
Nasionalisme di Balik Lagu dan Video Klip 'Anak Garuda'

Cokelat meluncurkan lagu baru bertajuk 'Anak Garuda' yang menjadi original Soundtrack Film "Anak Garuda" (foto: instagram @cokelat_band)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SATU lagi lagu terbaru hadir dari Cokelat, Anak Garuda yang merupakan original soundtrack dari Film Anak Garuda, yang diproduksi oleh Butterfly Pictures yang terinspirasi dari SMA Selamat Pagi Indonesia.

Lagu Anak Garuda diciptakan oleh Julianto Eka Putra atau yang akrab disapa Ko Jul, yang merupakan founder dari SMA Selamat Pagi Indonesia. Kisah dari SMA Selamat Pagi Indonesia itu kemudian diangkat ke layar lebar, Anak Garuda.

Baca Juga:

Menapaki Jejak SMA Selamat Pagi Indonesia yang Inspiratif

Film tersebut menceritakan tentang kisah tujuh orang anak-anak sekolah gratis yatim piatu SMA Selamat Pagi Indonesia, yang berjuang dari nol hingga meraih keberhasilan, istilahnya from zero to hero.

Inspirasi SMA Selamat Pagi Indonesia

Tentunya lagu Anak Garuda dibuat sebagai bagian dari proyek film tersebut. Ronny Febry Nugroho, bassist Cokelat, melihat presentasi SMA Selamat pagi Indonesia, sampai kemudian Cokelat ditawari untuk mengisi soundtrack film.

Dalam presentasi tersebut, Ronny melihat SMA Selamat Pagi Indonesia merupakan sebuah sekolah yang sangat nasionalis. Selain itu Ronny juga menilai jika sekolah itu merupakan sekolah yang mengangkat harkat dan martabat anak-anak Indonesia yang berkualitas, dengan background yatim piatu dan kurang mampu serta tanpa pandang suku, agama dan ras.

Karena itulah saat ditawarkan untuk berkontribusi mengisi soundtrack film Anak Garuda, Ronny langsung memberikan lampu hijau.

"Niat mereka mulia, ketika melihat video tersebut gue pribadi merasa tergugah. Gue berpikiran harus ikut berkontribusi. Karena Cokelat punya niat selalu ikut berkontribusi, baik untuk menyemangati orang-orang Indonesia supaya semakin cinta dengan bangsanya," jelas Ronny saat ditemui merahputih.com.

Lebih lanjut Ronny menambahkan "Saat mereka nanya bisa enggak bantuin untuk soundtrack? Gue langsung bilang bisa, enggak pakai pikir panjang, enggak pakai nanya dulu ke manajer dan teman-teman gue," papar Ronny.

Cokelat Langsung Garap

Grup Band Cokelat saat mengunjungi SMA Selamat Pagi Indonesia (Foto: instagram @cokelat_band)

Setelah Ronny memberikan lampu hijau pada pihak SMA Selamat Pagi Indonesia, barulah Ronny menghubungi para personel Cokelat lainnya dan manajemen. Rupanya mereka juga setuju, asalkan selama itu tak bertujuan pada politik serta menyudutkan sebuah suku/agama/ras tertentu. Apalagi misi dari film serta lagu tersebut juga sangat nasionalisme.

Ronny mengaku percaya jika niat baik suatu saat pasti akan bertemu dengan niat baik. Disaat itulah jika berkolaborasi maka akan menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

Awal mulanya Cokelat diberikan sebuah demo lagu berjudul Anak Garuda. Setelah itu Cokelat mendengarkan. Rupanya lirik serta nada lagu tersebut 'Cokelat banget'. Terkait hal itu, Ronny pun penasaran mengapa bisa tercipta sebuah lagu yang sejalan dengan musik-musik Cokelat.

"Pas gue dengerin lagunya, ini Cokelat banget. Yang menciptakan mereka (Ko Jul), akhirnya gue penasaran dan gue tanya kok bisa 'Cokelat' banget lagunya? Rupanya karena kegiatan mereka sehari-hari di SMA SPI itu lagu Cokelat diputar berulang kali setiap harinya, wah ini menarik banget menurut gue unik," lanjut Ronny.

Singkat cerita akhirnya tercapai kesepakatan antaran pihak SMA Selamat Pagi Indonesia dan Cokelat untuk menggarap lagu tersebut.

Saat menerima demo lagu Anak Garuda, Cokelat langsung merombak ulang dengan memberikan sentuhan aransemen baru. Dari segi lirik dan susunan lagu tak ada yang banyak diubah, karena menurut Ronny secara penyampaian lirik sudah 'Cokelat banget'.

Baca Juga:

Di SMA Selamat Pagi Indonesia, Diajarkan 'Life Skill'

Untuk aransmen barunya sendiri memang terbilang berbeda jauh dari awalnya, karena saat mereka (anak-anak SPI) membawakan lagu itu seperti Cokelat di era 2002-2003. Karena kini Cokelat telah sangat berkembang, Ronny menuturkan akhirnya Cokelat memperbaharuianya dengan gaya bermusik yang sekarang.

Dalam lagu tersebut ada beberapa perubahan yang dilakukan, dari mulai penyesuaian pada notasi, harmonisasi chord, beat lagu, bass line lagu, gitar, harmoni backsound, backing vokal, serta penambahan imbuhan string dan looping.

Sementara itu, untuk proses pembuatan lagu bergenre pop rock alternatif tersebut memakan waktu sekitar dua bulan, sudah berikut dengan mixing dan mastering.

Lagu Anak Garuda pun resmi dirilis pada tanggal 15 Agustus 2019 lalu. Lagu itu juga telah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify dan Joox. Untuk video liriknya pun sudah terdapat di youtube channel grup band cokelat, pihak label dan Youtube production house dari SMA Selamat Pagi Indonesia yaitu Butterfly Pictures.

Baca Juga:

Kisah Inspiratif Olfarida, Siswi SMA Selamat Pagi Indonesia Asal Poso

Video Klip

Namun di tengah perjalanan, rupanya tak hanya lagu saja, Cokelat juga ditawarkan untuk pembuatan video klip. Saat itu Cokelat pun langsung mengiyakan ajakan kerjasama tersebut.

Hingga akhirnya Cokelat pun pergi ke SMA Selamat Pagi Indonesia yang berada di wilayah Batu, Jawa Timur. Karena lokasi untuk syuting video klip juga tak jauh dari sana, yakni di Stadion Gelora Berantas.

Sesampainya disana, Cokelat sangat terpukau dengan SMA Selamat Pagi Indonesia, khususnya Ronny. Karena dia melihat sekolah, sistem pendidikan dan banyak sekali kisah anak-anak disana sangat berkualitas dan menginspirasi.

Pembuatan video klip berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur (Foto: instagram @cokelat_Band)

Baca Juga:

COKELAT Kembali Hadirkan Lagu Bernuansa Nasionalisme

Video klip Anak Garuda disutradarai oleh Eko Kristianto, yang juga menyutradarai video klip lagu-lagu Cokelat terdahulu, seperti video klip Karma, Luka Lama dan Segitiga.

Menariknya, dalam penggarapan video klip lagu ini, Sutradara Eko Kristianto menginginkan ada seorang anak SPI yang membantunya untuk menjadi assisten sutradara. Maka tampilah Sheren Della Sandra membantu Eko.

Banyak kisah haru dibalik penggarapan video klip lagu Anak Garuda (foto: instagram @cokelat_Band)

Mendapat kepercayaan tersebut, Sheren pun tak kuasa menahan tangis kebahagiaannya saat presskon pembuatan video klip Anak Garuda di Stadion Gelora Berantas, Batu, Jawa Timur. Karena kesempatan tersebut sangatlah langka, dan pastinya menjadi pencapaian yang luar biasa bagi Sheren.

Melihat tangis dan rasa bersyukur Sheren yang akhirnya bisa terlibat dalam produksi video klip lagu itu, sontak saja para personel Cokelat pun ikut terharu, hingga beberapa personel juga ikut menitihkan air mata.

Ada sekitar 150 orang yang akan hadir dalam video klip Anak Garuda (Foto: instagram @cokelat_Band)

Selain itu ada satu hal yang menarik lainnya, dimana pada video klip yang memakan waktu syuting sekitar enam jam tersebut, melibatkan sekitar 150 orang yang nantinya akan in frame di video klip Anak Garuda. Hal itu tentunya akan menjadi sesuatu yang sangat spesial dan spektakuler. (ryn)

Baca Juga:

Blaze of Glory, Pertunjukan Karya SMA Selamat Pagi Indonesia yang Spektakuler

#Cokelat #Lagu Baru #SMA Selamat Pagi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'VOID', Ruang Eksperimen Baru Adnan Veron dan hbrp
VOID mengajak pendengar memasuki sebuah ruang kosong untuk menemukan hal-hal yang sering kali luput terdengar di tengah riuhnya kehidupan.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
'VOID', Ruang Eksperimen Baru Adnan Veron dan hbrp
ShowBiz
'meet me in my head', Album Debut Rol3ert setelah Setahun Menjembatani Jepang dan Dunia
Album 'meet me in my head' dijadwalkan rilis pada 21 Oktober mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
'meet me in my head', Album Debut Rol3ert setelah Setahun Menjembatani Jepang dan Dunia
ShowBiz
'Matematika Tuhan Berbeda', Tentang Belajar Menerima Perhitungan Tuhan
Pertanyaan tentang perjalanan hidup tersebut menjadi dasar karya terbaru Arda Hatna berjudul 'Matematika Tuhan Berbeda'.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
'Matematika Tuhan Berbeda', Tentang Belajar Menerima Perhitungan Tuhan
ShowBiz
SMLHD Bawa Kepenatan Rutinitas ke Hip-Hop Jawa 'Rutinitas Radong'
'Rutinitas Radong' lahir sebagai respons terhadap kejenuhan anak muda dalam menghadapi keseharian yang berulang dan terasa monoton.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
SMLHD Bawa Kepenatan Rutinitas ke Hip-Hop Jawa 'Rutinitas Radong'
ShowBiz
'COBING! (Cowo Bingung)', Gelas Merah Bicara soal Gengsi dan Perasaan
COBING! (Cowo Bingung) berangkat dari situasi ketika seseorang memiliki perasaan terhadap orang lain, tetapi kesulitan mengenali maupun mengungkapkan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
'COBING! (Cowo Bingung)', Gelas Merah Bicara soal Gengsi dan Perasaan
ShowBiz
TEN Rilis 'OUTWEST' dan 'IRL', Tandai Era Baru dalam Kariernya
Kedua lagu tersebut menandai dimulainya fase baru dalam perjalanan karier TEN karena untuk pertama kalinya ia menangani sebuah proyek secara menyeluruh.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
TEN Rilis 'OUTWEST' dan 'IRL', Tandai Era Baru dalam Kariernya
ShowBiz
Black Horses Lepas Rangkaian Video Lirik Live dari Album 'Jahanam'
Video-video tersebut menampilkan sejumlah lagu dari album ketiga mereka, Jahanam, yang direkam langsung dalam suasana pertunjukan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Black Horses Lepas Rangkaian Video Lirik Live dari Album 'Jahanam'
ShowBiz
Afgan Hadirkan 'Langit Merah Muda' untuk Soundtrack Agensi Rumah Tangga
Dalam 'Agensi Rumah Tangga', Afgan menjalankan peran ganda sebagai aktor sekaligus musisi yang terlibat dalam penggarapan soundtrack.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Afgan Hadirkan 'Langit Merah Muda' untuk Soundtrack Agensi Rumah Tangga
ShowBiz
'Wild Goose Chase', Eksperimen Filsummer antara Midwest Emo dan Nuansa Sunda
Eksplorasi musik tersebut semakin terasa lewat kehadiran suling dan kecapi Sunda yang memberikan suasana lebih sendu dan reflektif.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
'Wild Goose Chase', Eksperimen Filsummer antara Midwest Emo dan Nuansa Sunda
ShowBiz
Dari Lagu Putus Cinta hingga Groove Funk, EASY FREAK Hidupkan Kembali 'Only Like You Do'
EASY FREAK hadirkan 'Only Like You Do'. Lagu lama dari 2016 ini dihidupkan kembali dengan sentuhan pop, funk, groove, dan visual retro.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Dari Lagu Putus Cinta hingga Groove Funk, EASY FREAK Hidupkan Kembali 'Only Like You Do'
Bagikan