Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Kisah Travie McCoy Nyaris Akhiri Hidup dalam ‘The Bridge’

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 23 Juni 2022
Kisah Travie McCoy Nyaris Akhiri Hidup dalam ‘The Bridge’

Travie McCoy sampaikan pesan menguatkan dalam 'The Bridge'. (foto: Dok Secret Signal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELALUI masa awal pandemi di 2020 tak diragukan lagi menjadi pengalaman berat bagi banyak orang. Bagi musisi Travie McCoy, itu merupakan masa tergelap dalam hidupnya. “Tahun 2020 merupakan tahun terburuk dalam kehidupanku dan kehidupan banyak orang,” kata McCoy dalam keterangan pers yang diterima Merahputih.com, Kamis (23/6).

McCoy mengungkapkan ia menggunakan lagu untuk menyampaikan pesan kepada semua orang yang tengah melalui masa-masa tersulit, khususnya di tengah pandemi COVID-19, ditambah ketakutan yang harus dilewati. “The Bridge merupakan lagu yang sangat penting bagiku dan lebih daripada sekadar sebuah lagu,ujarnya.

BACA JUGA:

Johnny Depp Kembali Bermusik dan Bersiap Tur Bersama Hollywood Vampires

Musisi yang membentuk Gym Class Heroes pada 1997 ini mengatakan kepada semua pendengar bahwa ia dan musiknya akan selalu ada untuk mereka. “Aku selalu transparan dari segi musikku,” ujarnya.

Bagi McCoy, The Bridge merupakan momen ia berbicara kepada dirinya sendiri di salah satu masa tergelap dalam hidupnya. “Ini caraku memberikan cahaya kepada semua orang bahwa mereka tidak sendiri,” kata musisi yang pernah tampil bersama Bruno Mars untuk lagu hit Billionaire ini.

album travie mccoy
Travie McCoy akan merilis album 'Never Slept Better' pada 15 Juli mendatang. (foto: Dok Secret Signal)

Tak hanya lagunya, visual dalam klip lagu ini menyampaikan kisah yang sama. Video musik The Bridge disutradarai Spaced Visuals menggunakan konsep yang telah dibangun McCoy selama bertahun-tahun. Video tersebut membawa para penonton ke ruang pikiran McCoy saat ia pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Jembatan yang dihadirkan di video ini menjadi penggambaran batas antara kehidupan dan kematian. Teman Travie, Trevor Shannon, yang merupakan seorang performer dan penerjemah American Sign Language (ASL), membintangi video untuk lagu ini. Kolaborasi McCoy, Shannon, dan Elohim, yang suaranya turut ditampilkan di lagu ini, menguak sisi lain dari album paling personal McCoy, Never Slept Better. Album tersebut akan dirilis pada 15 Juli mendatang.

“Aku ingin berterima kasih kepada temanku Trevor dan komunitas ASL atas dukungan mereka untuk menambah awareness terhadap hal yang kita lalui dan juga orang-orang yang memiliki disabilitas yang sedang melalui hal yang sama. Aku telah membakar banyak jembatan di hidupku, saatnya aku membangun jembatan-jembatan baru,” kata musisi kelahiran 1981 ini.

Tumbuh sebagai anak birasial di Geneva, New York, McCoy mencintai musik hardcore dan punk rock bersama dengan hip hop dan R&B. Alih-alih memilih satu jalur, ia muncul dan menciptakan musik yang menggabungkan berbagai genre dan mengubah dunia musik alternatif modern dan pop.

BACA JUGA:

Dewa 19 Akan Guncang Candi Prambanan

Pada 1997, ia membentuk Gym Class Heroes, sebuah grup yang menemukan komunitas di ruang alternatif/punk, tapi juga berhasil masuk ke kancah mainstream dengan hit Cupid’s Chokehold dan Stereo Hearts. Namun, sebagai solois, ia meraih pencapaian baru dan membantu beberapa artis baru memulai karier mereka, dengan lagu-lagu hit seperti Billionaire bersama Bruno Mars.

Saat melalui masa-masa ini, McCoy juga mulai berjuang melawan kecanduan dan depresi. Hal itu membawanya ke momen hampir mengakhiri karier dan hidupnya. Setelah berusaha pulih dan melawan kegelapan dalam dirinya, ia mulai kembali merasa kreatif. Ia memutuskan bahwa ia akan jujur pada dirinya sendiri dan keahliannya. Ia ingin menulis musik yang ia yakini 100 persen, dengan mencurahkan hati dan jiwanya. Ia menjadikan musik sebagai sarana ekspresi diri yang sempat hilang darinya.

Hasil dari usaha tersebut ialah album Never Slept Better. Ini menjadi album paling jujur yang sangat kuat dari kariernya selama ini. Dengan judul album yang merujuk pada The Most Dangerous Game karya Richard Connell, album ini merangkum 10 tahun terakhir kehidupan McCoy dengan kejujuran yang brutal.

Ini merupakan perjalanan yang menceritakan cobaan dan kesengsaraan dari kecanduan, krisis kesehatan mental, dan sulitnya melalui berbagai karakter yang berbahaya di industri musik. Album ini menjadi tetirah untuk sampai ke tempat ia akhirnya bisa merasa damai.

Album ini bisa saja menjadi sebuah album yang gelap dan menyedihkan, tapi McCoy membuatnya dengan kepercayaan bahwa di mana ada kegelapan, ada juga kegembiraan dan harapan. Setelah bertahun-tahun mengarungi dunia yang penuh bahaya, McCoy mengumpulkan musik yang paling jujur dan emosional dalam kariernya. Inilah saat ia tidak pernah bisa tidur senyenyak ini sebelumnya.(dwi)

BACA JUGA:

10 Tahun Lalu Westlife Resmi Bubar

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Zhafari Rilis Single 'Batas Waktu', Kisah Penantian dalam Perjalanan Menuju Album Perdana
Zhafari menghadirkan single keempat bertajuk 'Batas Waktu' sebagai bagian perjalanan menuju album perdana.
Ananda Dimas Prasetya - 28 menit lalu
Zhafari Rilis Single 'Batas Waktu', Kisah Penantian dalam Perjalanan Menuju Album Perdana
ShowBiz
Paul Aro Rilis Single 'Biar Kita Jadi Kenangan', Kisah Ikhlas Melepas Orang Tercinta
Paul Aro kembali dengan single Biar Kita Jadi Kenangan, lagu yang mengisahkan proses menerima perpisahan dan belajar mengikhlaskan seseorang.
Ananda Dimas Prasetya - 50 menit lalu
Paul Aro Rilis Single 'Biar Kita Jadi Kenangan', Kisah Ikhlas Melepas Orang Tercinta
ShowBiz
Yogie Nandes Rilis 'Menualah Denganku', Lagu Cinta tentang Komitmen hingga Hari Tua
Yogie Nandes memperkenalkan single terbaru 'Menualah Denganku', lagu cinta bertema komitmen dan harapan dengan nuansa pop era 90-an.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 33 menit lalu
Yogie Nandes Rilis 'Menualah Denganku', Lagu Cinta tentang Komitmen hingga Hari Tua
ShowBiz
Parade Hujan Buka Babak Baru Lewat Album 'Punar', Siap Gelar Tur ke Berbagai Kota di Indonesia
Parade Hujan resmi merilis album perdana 'Punar' yang berisi delapan lagu dan tersedia di platform musik digital.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 1 menit lalu
Parade Hujan Buka Babak Baru Lewat Album 'Punar', Siap Gelar Tur ke Berbagai Kota di Indonesia
Fun
Aku Jeje Buka-Bukaan Motifnya Bikin Lagu Cinta Lucu-lucuan
Musisi muda Aku Jeje buka-bukaan alasan menciptakan lagu cinta lucu-lucuan berjudul “Ceritanya Jatuh Cinta”
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Aku Jeje Buka-Bukaan Motifnya Bikin Lagu Cinta Lucu-lucuan
ShowBiz
MADMAX Rilis EP Perdana 'Neither The Same', Angkat Kisah Girlhood dan Perjalanan Emosional
MADMAX resmi merilis EP perdana 'Neither The Same' yang berisi lima lagu tentang girlhood, persahabatan, dan proses pendewasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
MADMAX Rilis EP Perdana 'Neither The Same', Angkat Kisah Girlhood dan Perjalanan Emosional
ShowBiz
Ecce Shnak Padukan Garage Rock dan Art-Rock dalam Single Baru 'Eddie, Legalistic Homeslice'
Ecce Shnak kembali dengan 'Eddie, Legalistic Homeslice', singel terbaru yang menjadi penghormatan emosional untuk seorang sahabat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Ecce Shnak Padukan Garage Rock dan Art-Rock dalam Single Baru 'Eddie, Legalistic Homeslice'
ShowBiz
Berawal dari Avengers: Endgame, 'I Love You 3000' Bawa Stephanie Poetri Mendunia
Berawal dari ungkapan ikonik dalam Avengers: Endgame, 'I Love You 3000' berhasil mengantarkan Stephanie Poetri dikenal hingga pasar musik internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Berawal dari Avengers: Endgame, 'I Love You 3000' Bawa Stephanie Poetri Mendunia
ShowBiz
Harry De Fretes Gandeng Ika Amoy di Single Baru 'I Love You, Bestie'
Lewat 'I Love You', Bestie, Harry mengangkat kisah tentang makna persahabatan di tengah kehidupan modern.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Harry De Fretes Gandeng Ika Amoy di Single Baru 'I Love You, Bestie'
ShowBiz
Mengenal Lagu 'Drunken Sailor', Folk Klasik yang Dipopulerkan Blaggards
Blaggards menghadirkan kembali lagu tradisional tersebut dengan sentuhan yang lebih energik sehingga dikenal luas oleh pendengar musik modern.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Mengenal Lagu 'Drunken Sailor', Folk Klasik yang Dipopulerkan Blaggards
Bagikan