Merahputih Nasional- Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu juga dengan pesan dan kesan dalam setiap pertemuan antara mantan Presiden RI, KH. Abdurahman Wahid alias Gus Dur dan Asisten pribadinya, Sulaiman. Berawal dari kekagumannya pada sosok Gus Dur, Sulaiman membantu segala persiapan saat Mantan Presiden fenomenal itu akan kedatangan tamu.
"Saya ikut ngampar tikar dan gulung tikar kalau tamu sudah pulang. Rumah saya kan di Ciganjur juga. Sekitar 20 sampai 30 Meter dari rumah Gus Dur, "kata Sulaiman saat berbincang dengan Merahputih.com, Sabtu (27/12).
Awal mula menjadi Asisten Pribadi (aspri) Gus Dur, Sulaiman belum berkeluarga sehingga cukup leluasa menemani perjalanan kemanapun Gus Dur pergi. Apalagi, dia dipercaya untuk mengatur jadwal atau agenda pribadi almarhum Gus Dur. Belum lama menjadi orang kepercayaan Gus Dur, Sulaiman kemudian berbicara dengan Gus Dur bahwa dia akan menikah. Mendengar anak buahnya mau menikah, Gus Dur kemudian bertanya tentang jadwal dan tempat kapan dan di mana Sulaiman akan menikah.
"Watu itu beliau nanya, kamu mau menikah, iya pak saya mau menikah. Boleh pak, ya boleh. Terus kamu siapa yang menikahin? Ya belum tahu, pak. Ya mungkin penghulu," kenang Sulaiman.
Mendengar jawaban Sulaiman yang mau dinikahkan penghulu, Gus Dur kemudian menyatakan kesiapannya menjadi pengikat antara Sulaiman dan istrinya secara hukum Islam dan negara. Sulaiman bilang bahwa dirinya sebenarnya berat untuk memberitahu bahwa ia akan meminang hati calon istrinya karena saat itu dia baru awal-awal menjadi pendamping Gus Dur.
"Saya waktu itu masih agak berat mau bilang karena saya awal-awal mendampingi beliau," katanya.
Masih dalam proses dialog soal pernikahan Sulaiman, Gus kemudian bertanya kembali tentang bahasa yang akan dipakai Sulaiman dalam proses pernikahan ia dan sang istri. Gus Dur bertanya, "kamu mau pakai bahasa apa, bahasa Arab, bahasa Inggris, Bahasa China"?
"Tersrah pak, saya tidak ngerti soalnya," kata Sulaiman. "Ya sudah pake bahasa Arab saja," kata Sulaiman menirukan bahasa Gus Dur.
Tak sampai di situ, kesan lainnya yang Sulaiman masih ingat adalah soal mas kawin yang akan diberikan kepada istrinya. Ia bercerita bahwa mas kawin untuk mengikat istrinya secara sah dia memberikan mas kawin beripa mas sebanyak 10 gram. Uang yang dipakai untuk membeli mas kawin tersebut dari pemberian Gus Dur.
"Besok kamu ke kantor. Lalu saya ke kantornya dan saya dikasih Rp 10 juta untuk membeli mas 10 gram kalau enggak salah," tutur Sulaiman sambari menceritakan bahwa Gus Dur datang ke pernikahannya ditemani Alwi Sihab. (MP/Hur)