Kisah di Balik Pembuatan ‘Early Man’, Usung Proses Stop-Motion

Rina GarminaRina Garmina - Rabu, 07 Maret 2018
Kisah di Balik Pembuatan ‘Early Man’, Usung Proses Stop-Motion

Early Man. (Foto: Instagram)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STOP-MOTION adalah teknik animasi untuk membuat objek agar terlihat bergerak sendiri. Teknik ini pernah diaplikasikan pada beberapa film kartun seperti ‘Shaun the Sheep’, dan yang terbaru adalah ‘Early Man’.

Animator Nick Park mengusung konsep stop-motion pada ‘Early Man’ sama seperti ketika ia pertama kali berkecimpung di dunia animasi. “Teknik dasarnya tidak benar-benar berubah, masih mirip seperti dulu,” terang Park.

Teknik ini dikenal pula dengan istilah animasi stop-frame atau claymation. Proses kreatifnya melibatkan boneka dari bahan clay. Boneka-boneka ini digerakkan secara perlahan pada setiap frame atau bingkai.

Ketika gambar diputar kembali, karakter yang tadi digerakkan kelihatan seperti hidup dan bergerak. Prosesnya terjadi secara lambat. Tetapi hasilnya, seperti yang Anda lihat pada film ‘Early Man’, sungguh terlihat natural dan spontan.

Proses pembuatan boneka dan latar untuk ‘Early Man’ ini menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Mulai dari gunung berapi hingga arena sepakbola. Namun rumah produksi Aardman Animations memilih menyederhanakannya.

Teknologi memegang peran penting pada penyederhanaan proses stop-motion. “Kami selalu terbuka untuk menggunakan teknologi,” terang Park.

Ia juga menerapkan efek digital untuk menggantikan gerakan yang tidak dapat dilakukan boneka atau clay, seperti asap, ledakan dan air. Untuk film ini, dia menggunakan 30 ribu boneka.

Sebelum ‘Early Man’, Aardman juga telah membuat film animasi lain seperti ‘Arthur Christmas’ dan ‘Flushed Away’. Tetapi karakter utama ‘Early Man’ tetap digerakkan dengan teknik lama.

Proses stop-motion untuk film ini melalui banyak uji coba. Tidak heran kalau hasilnya terlihat bagus. Penasaran kan ingin melihat sendiri teknik stop-motion pada ‘Early Man’? Kalau begitu, jangan lupa tonton filmnya ya. (*)

Baca juga artikel ini.


#Film #Film Animasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Rina Garmina

Cooking Mama :)
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tim Burton Gandeng Penulis Nobel Sastra Kazuo Ishiguro, Siapkan Film Misterius yang Bikin Penasaran
Tim Burton berkolaborasi dengan Kazuo Ishiguro, peraih Nobel Sastra, untuk menggarap film orisinal misterius. Simak fakta proyek terbaru mereka.
Frengky Aruan - 28 menit lalu
Tim Burton Gandeng Penulis Nobel Sastra Kazuo Ishiguro, Siapkan Film Misterius yang Bikin Penasaran
ShowBiz
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
Buku-buku itu sudah dibacakan kepadanya sebelum ia mampu membaca sendiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Bagikan