Kevin de Bruyne Sebut FIFA dan UEFA Lebih Menghargai Uang
Gelandang Manchester City, Kevin de Bruyne. Foto: Manchester City
MerahPutih.com - Gelandang Manchester City dan kapten timnas Belgia, Kevin De Bruyne menyebutkan, uang berbicara lebih keras kepada FIFA dan UEFA.
Hal itu ia ungkapkan saat memiliki kekhawatiran atas dampak kalender yang padat terhadap kesehatan dan kinerja para pemain.
Ketiga kompetisi klub Eropa telah diperluas menjadi 36 tim pada musim ini. Lalu, serikat anggota FIFPRO Eropa telah memulai tindakan hukum terhadap FIFA atas perluasan Piala Dunia Antarklub yang terdiri dari 32 tim.
Pemain 33 tahun itu ditanya apakah dia khawatir dengan jadwal tambahan di kompetisi klub dan internasional.
Baca juga:
Erling Haaland Siap Tandatangani Kontrak Baru di Manchester City
“Masalah sebenarnya akan muncul setelah Piala Dunia Antarklub,” kata De Bruyne dikutip dari ESPN.
“Kami tahu hanya ada waktu tiga minggu antara final Piala Dunia Antarklub dan pertandingan pertama Liga Inggris. Jadi, kami punya waktu tiga minggu untuk istirahat dan mempersiapkan 80 pertandingan berikutnya," tambahnya.
Pada Juli 2034 lalu, serikat pemain sepak bola, FIFPRO mengatakan, pihaknya mengajukan keluhan kepada regulator antimonopoli Uni Eropa mengenai kalender pertandingan internasional FIFA.
Sebuah laporan yang dirilis oleh FIFPRO menyebutkan, beberapa pemain memiliki waktu istirahat minimal 12% dalam setahun. Hal ini disebabkan oleh penyelenggara kompetisi yang tidak memprioritaskan kesejahteraan pemain.
Baca juga:
"Mungkin tahun ini semuanya akan baik-baik saja, tapi tahun depan bisa jadi masalah. Asosiasi Pesepakbola Profesional di Inggris dan asosiasi pemain lainnya sudah berusaha mencari solusi," imbuhnya.
"Masalahnya adalah UEFA dan FIFA terus menambahkan pertandingan tambahan, dan kami dapat menyampaikan kekhawatiran, namun tidak ada solusi yang ditemukan. Tampaknya uang berbicara lebih keras daripada suara para pemain."
Sementara itu, laporan dari Pusat Studi Olahraga Internasional (CIES) mengatakan, tidak ada bukti jelas adanya peningkatan beban kerja pemain elit sejak 2000-an.
Pusat penelitian independen di Swiss, yang didirikan pada 1995 dalam perusahaan patungan termasuk FIFA melaporkan, juara bertahan Piala Dunia Antarklub, Manchester City, memainkan hampir 63% pertandingan resmi di kompetisi yang diselenggarakan liga selama musim 2023/2024.
Baca juga:
Pertandingan persahabatan klub menyumbang 4,8% dari total pertandingan Manchester City, sementara pertandingan yang diselenggarakan FIFA menyumbang 3,2% dan pertandingan UEFA mewakili 17,7%.
Musim lalu, Inggris mencatatkan jumlah pertandingan domestik berturut-turut tertinggi (87) di antara liga-liga top Eropa, dengan klub-klub Premier League rata-rata memiliki waktu pemulihan terpendek antar pertandingan, yaitu 67,3 jam. (sof)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Barcelona Jumpa Atletico Madrid di Semifinal Copa del Rey, Hadang Ambisi ke Final
Manchester United Kembali Incar Manuel Locatelli, Kembali Jadi Target Musim Panas
Sandro Tonali Frustrasi di Newcastle, Arsenal hingga Manchester City Siap Menggoda
Link Live Streaming Persib vs Malut United, 6 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Mogok Bela Al-Nassr, Liga Pro Saudi Tegaskan tak Ada Pemain di Atas Klub
Barcelona Pertimbangkan Perpanjang Kontrak Robert Lewandowski, Syaratnya Gaji Harus Dipangkas
Resmi Bergabung, Gelandang Timnas Ivar Jenner Puji Fasilitas Infrastruktur Dewa United
Jefferson Carioca Jadi Amunisi Baru Persis Solo, Siap Bantu Laskar Sambernyawa Bangkit
Link Live Streaming Inter Milan vs Torino, 5 Februari 2026
Liverpool Terpuruk di Premier League, Richard Hughes Bela Arne Slot dan Transfer Pemain