Keuntungan Candu Biayai Laju Pemerintah di Ibukota Baru (3)

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 03 Januari 2021
Keuntungan Candu Biayai Laju Pemerintah di Ibukota Baru (3)

Pabrik candu di Salemba. (KITLV)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

YOGYAKARTA berubah setelah ditetapkan sebagai ibukota Republik Indonesia. Sepanjang kota tampak orang berpakaian kumal, compang-camping, wara-wiri tanpa pekerjaan. Ibukota baru jadi magnet banyak orang mencari peruntungan meski tanpa kebisaan.

Baca juga: Sejarah Hari Ini, Yogyakarta Menjadi Ibukota Sementara Republik Indonesia (1)

Selain pengangguran, Hatta juga dipusingkan dengan strategi mengisi kas negara di tengah blokade ekonomi Belanda. Komoditi unggulan seperti karet, gula, dan tembakau tak bisa diekspor lantaran kapal-kapal Belanda menjaga ketat perairan Indonesia.

Pemerintah mengambil jalan lain. Mereka tak bisa berdiam. Candu dan emas jadi jalan keluar. Candu, menurut Rosihan Anwar pada Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia, dikemas dengan bungkus kecil sangat mudah diselundupkan para penyelundup utusan pemerintah. Apalagi, lanjut Rosihan, Indonesia diuntungkan karena belum menandatangani perjanjian internasional seputar candu.

candu
Pencadu menikmati opium di rumah candu. (KITLV)

Pemerintah memindahkan kantor pusat Jawatan Regie Candu dan Garam dari Jakarta ke Yogyakarta. Memindahkan kantor dan administrasi tentu mudah. Bagaimana memboyong candu di tengah kawalan ketat NICA sepanjang jalur kereta Jakarta-Yogyakarta.

Dari pabrik candu di Salemba, Ibrahim, Kepala Pabrik Candu, memodifikasi wagon kereta api dengan membuat dinding rangkap. Di antara dua dinding tersebut dimasukan candu mentah, sementara di dinding utama berisi obat-obatan medis. Candu pun berhasil lolos pemeriksaan NICA.

Baca juga: Sukarno-Hatta Menumpang Kereta Api Rahasia Menuju Yogyakarta (2)

Setiba di Tugu Yogyakarta, candu diangkut ke gudang garam di bagian utara stasiun. Tak ada seorang pun bisa mengakses lokasi penyimpanan kecuali beroleh surat berbubuh tanda tangan Hatta.

Di dalam gudang tersebut, menurut Muhammad Soleh pada "Perdagangan Candu di Yogyakarta Masa Revolusi Tahun 1945-1949", terdapat 22 ton candu nan selanjutnya agar lebih aman dipindahkan sebagian kecil di Wonogiri dan sisanya diolah di Wonosari, Gunung Kidul.

candu
Pemuda menikmati candu. (KITLV)

Distribusi candu agar bisa diperdagangkan di pasar luar negeri diselundupkan badan-badan perjuangan berbekal surat tugas Kementrian Pertahanan dan Kementrian Keuangan. Surat tersebut berlaku di dalam negeri untuk mempermudahkan distribusi.

Sementara setelah lolos dari blokade Belanda, seorang agen penghubung telah menunggu memasarkan candu di Singapura. Toni Wen dan Jhon Coast, dua di antaranya.

Toni Wen pemimpin Pasukan Sukarela Tionghoa di Solo. Ia bekerja sebagai utusan pemerintah dalam mengekspor gula, tembakau, dan vanila ke Singapura dan Tiongkok.

Sementara, Jhon Coast, berkebangsaan Inggris, bekerja sebagai penerjemah pada Departemen Luar Negeri. Ia anak angkat Haji Agus Salim.

candu
Toni Wen. (perbasi.or.id)

Toni Wen dan Jhon Coast memainkan peran ganda sebagai tameng Republik Indonesia menyangkal pemberitaan internasional berkait penyelundupan candu sekaligus agen penghubung perdagangan candu.

Para utusan atau penyelundup punya pelbagai cara agar candu tidak ketahuan Belanda. Mulai, dimasukan kaleng obat medis, disembunyikan di balik tunggangan kuda menggunakan jalan darat, hingga diselimuti bantalan karet.

Dengan mengandalkan candu, pemerintah Republik Indonesia seperti dinukil dalam laporan Depot Opium dan Obat Yogyakarta, sejak 13 Oktober 1947 sampai 6 maret 1948 menghasilkan keuntungan sebesar Rp 49.113.000.

Laporan The Sydney Morning Herald 4 September 1949 bahkan mencatat Indonesoa beroleh keuntungan sekira 20 juta Dolar Singapura dari bisnis candu. (*)

Baca juga: Kisah Jenderal Soedirman Kecil, Polemik Orang Tua Hingga Jajal Sekolah Eropa (3)

#Sejarah #Yogyakarta
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Netflix resmi mengumumkan kelanjutan serial drama historis House of Guinness ke musim kedua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Olahraga
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Stadion Azteca akan membuka Piala Dunia 2026. Stadion tersebut menyimpan banyak momen bersejarah selama gelaran Piala Dunia.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Lifestyle
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Tanggal 7 Mei memperingati apa? Simak 10 peristiwa penting, Hari Perjanjian Roem-Royen, Hari Kopi Nasional, hingga peringatan dunia yang jarang diketahui.
ImanK - Rabu, 06 Mei 2026
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Lifestyle
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
5 Mei memperingati berbagai hari penting seperti Hari Bidan Internasional, Hari Kebersihan Tangan Sedunia, hingga Hari Lembaga Sosial Desa. Simak ulasannya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
Lifestyle
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Tanggal 4 Mei memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional hingga Star Wars Day. Simak daftar lengkap peristiwa penting di Indonesia dan dunia.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Bagikan