Ketika Sang Ayah Menegur Conte di Masa-masa Sulit

Thomas KukuhThomas Kukuh - Selasa, 27 Februari 2018
Ketika Sang Ayah Menegur Conte di Masa-masa Sulit

Antonio Conte sosok yang enerjik ketika memimpin timnya bertanding (AFP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Melihat tingkah Jurgen Klopp, Diego Simeone, dan Antonio Conte saat mendampingi timnya di pinggir lapangan itu mengasyikkan. Esentrik. Mereka tak ragu melakukan selebrasi gol laiknya pemain. Juga berteriak kencang kepada pemainnya ketika pertandingan berlangsung.

Memang, tiap pelatih atau manajer memiliki karakternya sendiri saat melatih atau mendampingi tim ketika bertanding. Namun, ada nilai plus dari pelatih yang esentrik, di mana para pemain yang diasuhnya, biasanya memberikan segenap kemampuan untuknya. Oleh karenanya, jika Klopp, Simeone, atau Conte tak lagi memperlihatkan passion yang mereka miliki, maka timnya dipastikan tengah bermasalah - kalah atau berada di situasi sulit.

Ekspresi itu diperlihatkan Conte ketika Chelsea kalah dua kali beruntun oleh Bournemouth (0-3) dan Watford (1-4) di Premier League. Khususnya kala melawan Watford, yang membuatnya tertekan karena rawan dipecat petinggi Chelsea, serta mendapatkan tekanan dari publik dan fans.

Conte pun mengakui bahwasanya keluarga, khususnya ayahnya, sangat membantunya dalam situasi sulit. Ayahnya meminta Conte untuk tetap menjadi dirinya yang bergairah dan menunjukkan passion-nya kepada sepak bola.

"Keluarga saya mulai khawatir jika mereka tidak melihat saya (menjadi orang yang bergairah). Mereka mulai khawatir karena itu berarti saya tidak bahagia. Mereka tidak mengenali saya. Seringkali saya memulai laga dengan gagasan untuk menikmati pertandingan, untuk tetap duduk tenang. Menikmati laga dengan cara seperti ini tidak sama bagi saya," cerita Conte mengenai passion-nya, diberitakan Goal, Minggu (25/2).

"Cara itu tidak sama untuk pemain saya, tidak sama untuk fans, atau ayah saya. Ayah saya menyaksikan laga melawan Watford. Dia berkata, 'Oi, saya tidak melihat Anda dengan rasa lapar dan passion. Anda menyelesaikan laga dengan suara Anda. Itu bukanlah Anda'," terangnya.

Ayah Conte memang bukan sekedar hadir sebagai pengingat bagi putranya tersebut. Menurut pengakuan Conte, ayahnya juga yang memunculkan passion sepak bola dalam diri legenda Juventus itu.

"Anda harus tahu bahwa bos pertama saya ketika saya mulai bermain bola adalah ayah saya. Dia bos, pelatih, kitman, dan menggambar garis (di lapangan pertandingan). Saya menghabiskan hidup dari awal, hidup saya di lapangan pertandingan. Untuk mengikuti tim ayah saya, demi alasan ini. Saya pikir kami harus berterima kasih untuknya atas passion yang saya miliki," tambah Conte.

Baru berusia 48 tahun, karier Conte sebagai pelatih masih relatif panjang. Mungkin kelak, kita semua nanti akan melihat Conte yang tidak lagi berteriak di sepanjang pertandingan, karena usianya yang tidak lagi "muda". (bolaskor)

#Antonio Conte #Chelsea
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Liverpool Masih Pantau Jarell Quansah, Mulai Takut Diambil Chelsea dan Real Madrid
Liverpool kini masih memantau Jarell Quansah. The Reds sedang dilema ingin memulangkannya atau melepas pemain mudanya ke Chelsea hingga Real Madrid.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Liverpool Masih Pantau Jarell Quansah, Mulai Takut Diambil Chelsea dan Real Madrid
Olahraga
Antonio Conte Ungkap Kriteria Klub yang Ingin Dilatih, Ada Manchester United?
Antonio Conte mengungkap kriteria klub yang ingin ia latih. Nama Manchester United pun kembali diseret.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Antonio Conte Ungkap Kriteria Klub yang Ingin Dilatih, Ada Manchester United?
Olahraga
Antonio Conte Jadi Incaran Juventus dan Manchester United, Pilih Nikmati Liburan
Antonio Conte kini diburu Juventus dan Manchester United. Namun, ia lebih memilih bersantai dan menikmati liburan.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Antonio Conte Jadi Incaran Juventus dan Manchester United, Pilih Nikmati Liburan
Olahraga
Jacobo Ramon Jadi Rebutan Manchester United dan Chelsea, Berkat Tampil Apik di Como
Jacobo Ramon kini jadi rebutan Manchester United dan Chelsea. Ia tampil gemilang di Como, setelah dipermanenkan dari Real Madrid.
Soffi Amira - Jumat, 02 Oktober 2026
Jacobo Ramon Jadi Rebutan Manchester United dan Chelsea, Berkat Tampil Apik di Como
Olahraga
Cesc Fabregas Ternyata Punya Klausul Khusus di Como, Bisa Pergi jika Dipanggil Barcelona
Cesc Fabregas bisa meninggalkan Como jika Barcelona hingga Chelsea memanggilnya. Klausul tersebut diungkapkan jurnalis Sky Sports.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Cesc Fabregas Ternyata Punya Klausul Khusus di Como, Bisa Pergi jika Dipanggil Barcelona
Olahraga
Minim Menit Bermain di AC Milan, Francesco Camarda Dipantau Chelsea
Chelsea kembali memantau situasi penyerang muda AC Milan, Francesco Camarda.
Yusuf Abdillah - Jumat, 25 September 2026
Minim Menit Bermain di AC Milan, Francesco Camarda Dipantau Chelsea
Olahraga
Antonio Conte Jadi Kandidat Utama Pengganti Michael Carrick di Manchester United, Mulai Tertekan?
Antonio Conte Jadi Kandidat Utama Pengganti Michael Carrick di Manchester United, Mulai Tertekan?
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Antonio Conte Jadi Kandidat Utama Pengganti Michael Carrick di Manchester United, Mulai Tertekan?
Olahraga
Joao Pedro Tegaskan Komitmennya di Chelsea, Siap Lanjutkan Perjalanan hingga 2034
Joao Pedro menegaskan bahwa ia bahagia di Chelsea. Ia juga berkomitmen untuk bertahan hingga 2034.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Joao Pedro Tegaskan Komitmennya di Chelsea, Siap Lanjutkan Perjalanan hingga 2034
Olahraga
Chelsea Wajib Waspada, Xabi Alonso Sebut Brentford Punya Banyak Senjata
Bos Chelsea, Xabi Alonso, meminta anak asuhnya mewaspadai kekuatan Brentford saat kedua tim bertemu di Gtech Community Stadium.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Chelsea Wajib Waspada, Xabi Alonso Sebut Brentford Punya Banyak Senjata
Olahraga
Chelsea Pertimbangkan Tinggalkan Stamford Bridge, Bisa Pindah ke Wembley dan Earl's Court
Chelsea kini terancam meninggalkan Stamford Bridge. The Blues bisa pindah ke Wembley hingga Earl's Court.
Soffi Amira - Jumat, 18 September 2026
Chelsea Pertimbangkan Tinggalkan Stamford Bridge, Bisa Pindah ke Wembley dan Earl's Court
Bagikan