WAACKERS merupakan julukan untuk para penari waacking. Waacking dance merupakan tarian yang berkembang di Los Angeles. Tarian itu berkembang seiring dengan menjamurnya musik disko di wilayah tersebut.
Tarian waacking menampilkan gerakan tangan meliuk-liku dan pose bak manekin di pusat perbelanjaan. Para waackers biasa menampilkan tarian tersebut di showcase atau solo performance. Tak jarang mereka juga battle dengan waackers lainnya.
Ketika battle, para waackers memperlihatkan ekpresi angkuh dan merendahkan lawan battle. Meski memperlihatkan persaingan sengit saat di panggung, kenyataannya para waackers justru memiliki solidaritas kuat.
Berikut fakta mengenai kuatnya solidaritas antar-waackers di Indonesia
1. Komunitas Waackers se-Indonesia Solid
Di Indonesia, komunitas waackers dapat ditemui di lingkup kota atau negara. Komunitas Waackers se-Indonesia diberi nama Nusantara Waackers.
Menurut juara All Asian Waacking Dance Sara Chrisenka, para waackers yang bergabung di Nusantara Waackers berjuang untuk kemajuan waacking dance di Indonesia.
"Semua waackers yang bergabung di Nusantara Waackers fight agar waacking dance berkembang di Indonesia," tutur Sara.
2. Berbagi Ilmu
Ketika berkumpul, para waackers kerap berlatih bersama dan melakukan battle. Sewaktu battle, mereka akan saling belajar. Mereka juga kerap berbagi informasi seputar waacking dance.
"Mereka yang saling belajar biasanya memiliki kemajuan yang cepat," ucap Sara.
3. Tak Ada Rival dalam Dunia Waacking Dance
Di atas panggung, mereka yang terlibat battle terlihat sebagai rival. Namun di luar panggung, para waackers merupakan teman dekat. Kerap bertemu saat mengikuti kompetisi waacking dance membuat mereka saling mengenal.
"Aku tak menganggap mereka rival. Bagiku, mereka teman cuma karena ketemu di kompetisi jadi kesannya rival," jelas Sara.
4. Saling Support
Dalam dunia waacking dance, mereka harus menatap lawan mereka secara intens. Meski demikian, Sara mengungkapkan tidak ada negative vibe saat battle. Semua waackers ingin ambil bagian karena ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya penari dengan kualitas bagus. Hal itu membuat para waackers bersatu dan saling support.
"Ketika kompetisi, kami tidak ingin saling menjatuhkan," ujar Sara.
Kekompakan itu pun mereka tunjukkan saat kompetisi All Asian Waacking Dance di Gading Serpong, Tangerang. Meski bersaing, mereka justru menunjukkan kekompakan. Hal itu bahkan membuat non-waackers terinspirasi.(Avi)