Kemenkes Kaji Temuan Peredaran Vaksin Palsu Sejak 2003
Menkes Nila F. Moeloek (Foto Setkab)
MerahPutih Nasional - Kasus beredarnya vaksin palsu masih terus didalami Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Di samping itu, Badan POM juga sudah mengambil sampel ke daerah-daerah yang diperkirakan menjadi daerah peredaran.
Menkes Nila F. Moeloek mengatakan temuan vaksin palsu yang beredar sejak 2003 harus dikaji ke belakang. Menurutnya hal tersebut bukan hal yang mudah.
“Maksud saya kita mau melihat, kita harus kaji ke belakang itu tidak semudah yang apa kita lihat. Yang jelas yang 2016 itu yang kita harus telusuri betul,” ucapnya menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (28/6).
Menkes belum bisa memastikan daerah yang menjadi suspect peredaran vaksin palsu. Namun sementara ini berdasarkan data Kepolisian ada di daerah Banten, Tangerang, dan Jakarta.
“Tapi Jakarta saya sudah mendapat laporan, Jakarta sudah melalui tahap yang betul. Jadi seluruh Dinas Kesehatan akan melakukan pengecekan,” tukasnya.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Raker Menkes Budi Gunadi dengan Komisi IX DPR Bahas Program Kesehatan Prioritas Nasional
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Varian Super Flu Mengintai Anak dan Lansia, Pemerintah Diminta Siapkan Puskesmas, Bukan Narasi
62 Kasus Superflu Terdeteksi di Wilayah Indonesia, Peningkatan Terjadi Saat Peralihan Musim
Superflu Mulai Terdeteksi, Dinkes DKI Minta Kenakan Masker Jika Sakit
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
RS Akhirnya Beroperasi setelah Banjir, DPR Ingatkan Optimalkan Layanan
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika