MerahPutih.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman membuka peluang menambah kekuatan Skuad Garuda dalam enam bulan ke depan. Wacana tersebut memunculkan potensi hadirnya pemain baru, termasuk diaspora atau pemain yang bisa dinaturalisasi.
Terkait hal iut, PSSI memastikan belum menerima permintaan resmi dari pelatih asal Kanada tersebut.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan kebutuhan tambahan pemain sepenuhnya menjadi kewenangan Herdman. Hingga kini, belum ada daftar atau permintaan resmi yang disampaikan kepada federasi.
Sampai saat ini belum ada permintaan secara resmi,
kata Yunus Nusi di sela Kongres Luar Biasa PSSI Jawa Tengah di Semarang, Kamis, dikutip dari Antara.
Baca juga:
Berada di Posisi 120 Besar Ranking FIFA Realistis bagi Timnas Malaysia, Awas Indonesia Kena Salip
Herdman Bidik Skuad Lebih Kuat untuk Piala Asia 2027
Yunus menjelaskan, Herdman dapat menyampaikan kebutuhan pemain secara langsung kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, termasuk melalui permintaan tertulis.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (MP/Didik Setiawan)
"Bahkan kadang permintaan itu juga harus disampaikan secara tertulis," ujarnya.
Terkait sejumlah nama pemain yang ramai beredar di media sosial, Yunus menegaskan belum ada permintaan resmi dari Herdman.
Kita serahkan semuanya kepada John, pelatih, dan biarlah dia yang akan mengatur komposisi termasuk kekurangan-kekurangan. Saat ini John-nya lagi liburan, nanti kita tunggu sepulang dari sana,
ujar Yunus.
Sebelumnya, Herdman menyatakan berencana menambah pemain baru dan diaspora untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam enam bulan mendatang. Langkah tersebut dipersiapkan untuk menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Baca juga:
Gertak Timnas Indonesia! Yordania Mengaku Bisa Hancurkan Venezuela 6-0
Keinginan tersebut disampaikan usai keberhasilan Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di tanah air.
Herdman menilai sepak bola Indonesia sedang bergerak menuju level yang lebih tinggi. Ia membutuhkan pemain yang mampu bersaing di level tersebut sekaligus mendukung target Indonesia menuju Piala Dunia 2030.