MerahPutih Nasional- Jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Laut Jawa pada Minggu, 28/12 menggoreskan luka mendalam bukan hanya pada keluarga penumpang atau pun keluarga kru pesawat naas itu. Luka mendalam dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.
Pemberitaan QZ8501 mulai dari pencarian pesawat hingga evakuasi korban memang gencar dilakukan media-media lokal mau pun asing.
Seperti yang dilansir dalam laman portal berita Australia news.com.au misalnya, media ini banyak mengangkat sisi humanisme dari pemberitaan jatuhnya QZ8501. Pada malam pergantian tahun yang biasa dimeriahkan dengan pesta kembang api di kota-kota besar semalam 31/12, sama sekali tidak terjadi di Surabaya.

Warga Surabaya begitu berduka atas kesedihan para keluarga korbaan pesawat dengan rute penerbanagn Surabaya-Singapura itu.
Pada acara malam pergantian tahun di Surabaya bertajuk Car Free Night (CFN) 2014 yang dilangsungkan di Panggung Taman Bungkul, warga Surabaya menyalakan lilin bersama dan mendudukan kepala penuh keheningan seraya berdoa untuk para korban QZ8501. Acara ini pun dihadiri Walikota Surabaya, Tri Rismahariani.

Tidak ada hingar bingar suara kemeriahan tahun baru malam itu, semua warga Surabaya yang hadir larut dalam keheningan doa untuk para korban dan sanak keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan kuat akan peristiwa yang menimpah mereka.