Wisata Indonesia

Kedamaian Membumi di Danau Sentani

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 06 November 2020
Kedamaian Membumi di Danau Sentani

Danau Sentani nan damai. (foto: Instagram @bro_ichay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TANAH Papua punya banyak destinasi indah nan menyejukkan mata. Danau Sentani yang damai salah satunya. Danau seluas 9.360 hektare ini terletak di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops. Sedikitnya ada 21 pulau yang menghiasi danau dengan ketinggian 75 meter di atas permukaan laut ini. Semuanya membentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Tidak mengherankan jika Danau Sentani jadi danau terluas di Papua.

Nama Sentani pertama kali disebut pendeta Kristen, BL Bin, ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada 1898. Kata Sentani berarti 'di sini kami tinggal dengan damai'. Nama itu terkesan pas sekali, mengingat kisah pengembara Papua Nugini di masa purba yang menjadi penghuni awal Danau Sentani.

BACA JUGA

Pangandaran Punya Gunung Bukan Hanya Pantai

Legenda Naga

danau sentani
Danau Sentani, danau terluas di Papua. (Foto: jayapurakab.go.id)

Kisah penduduk awal Danau Sentani diceritakan dalam legenda naga yang menjadi kendaraan orang Papua Nugini saat menjelajah mencari wilayah baru untuk ditempati dan menetap di sana. Di tengah perjalanan panjang tersebut, naga yang mereka tumpangi tak lagi mampu terbang sehingga jatuh ke sebuah danau besar. Naga pun mati terendam dalam danau tersebut.

danau sentani
Warga sekitar Danau Sentani percaya mereka keturunan pengembara dari Papua Nugini. (foto: Instagram @lostpacker)

Meskipun naga kendaraan mereka jatuh dan mati, para penduduk Papua Nugini tersebut justru selamat. Mereka terjebak di bagian tubuh naga yang menyembul di permukaan danau. Mereka akhirnya menetap dan tinggal di tubuh naga yang mati itu.

Berdasar legenda tersebut, kepala naga berubah menjadi pulau di sisi timur danau, bagian ekor menjadi pulau sisi barat, sedangkan tubuhnya menjadi pulau di bagian tengah yang dinamai Pulau Asei.


Tujuan Wisata Utama

danau sentani
Danau Sentani menjaga kekayaan budaya leluhur. (Foto: indonesia-tourism)

Kini, danau luas ini jadi tempat tinggal orang-orang Sentani yang masih menjaga kekayaan budaya leluhur. Ada 24 desa di sekitar Danau Sentani yang jadi tujuan wisata utama di Papua. Kamu bisa berkunjung dan berinteraksi langsung dengan warga di sana. umunya mereka bekerja sebagai nelayan dan mengandalkan kekayaan hasil perikanan danau sebagai mata pencaharian.

Dengan menempuh perjalanan 15 menit dari Bandara Sentani, kamu bisa langsung menyaksikan keindahan danau yang berada di wilayah Sentani, ibu kota Jayapura. Kamu akan merasakan sepoi angin yang sejuk dan rasa damai ketika memasuki wilayah Danau Sentani. Selain menikmati keindahan alam Danau Sentani, kamu dapat berkeliling dan mengunjungi pulau-pulau di Danau Sentani dengan menyewa perahu motor yang tersedia.

danau sentani
Fasilitas pariwisata tersedia di Danau Sentani. (foto: Instagram @sentanilake)

Ya, prasarana pariwisata di danau ini bisa dikatakan cukup tersedia. Danau ini sudah dikelola menjadi objek wisata unggulan Papua. Selain mengarungi danau dengan perahu motor, kamu juga bisa berenang, bersampan, menyelam, menikmati ski air, hingga berwisata kuliner.

Buat kamu yang suka memancing, kamu bisa lho melakukan hobi memancingmu di danau ini. Beberapa spesies ikan air tawar endemik hidup di danau ini. Spesies ikan gabus Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon), ikan pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), ikan pelangi merah (Glossolepis incisus), dan hiu gergaji (Pristis microdon) hidup di danau indah ini. Selain itu, Danau Sentani juga kaya akan beragam biota laut dan sudah dimanfaatkan untuk budi daya ikan air tawar.

danau sentani
Warga sekitar Danau Sentani hidup dari perikanan. (foto: Instagram @sentanilake)

Selain kaya akan spesies ikan endemik, Danau Sentani juga kaya akan keanekaragaman hayati. Pohon matoa, pinang juga kayu putih menjadi tanaman khas yang banyak dijumpai di sekitar danau. Jika sehari berada di Danau Sentani buat kamu enggak cukup, kamu bisa menginap di lokasi tersebut dengan harga yang masuk akal.

Yang juga tak boleh kamu lewatkan, Festival Danau Sentani yang digelar setiap tahun di pertengahan Juni. Di ajang itu, kamu bisa menyaksikan kekayaan budaya, kesenian, dan kuliner Sentani.

Ayo, melancong ke Danau Sentani! (dwi)

#Wisata #Papua #Wisata Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan