Kebebasan Lintas Generasi Musisi Malam Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Kebebasan Lintas Generasi Musisi Malam Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga puluh lima tahun setelah memulai perjalanan musiknya, karya-karya Pestolaer kembali menemukan ruang untuk didengar oleh generasi yang berbeda. Kali ini, lagu-lagu mereka hadir melalui Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends, sebuah proyek penghormatan yang diinisiasi oleh popaktif.id bersama Lost Wave Record.

Pestolaer pertama kali dibentuk pada 1992 dengan formasi Taba sebagai vokalis, Nyoman pada gitar, P.A pada bass, dan Boris sebagai drummer. Pada masa awal kemunculannya, mereka menjadi salah satu bagian dari gelombang pertama punk rock yang berkembang di skena underground Jakarta pada dekade 1990-an. Sejumlah lagu milik Sex Pistols juga pernah masuk dalam repertoar mereka.

Namun, perjalanan Pestolaer tidak berhenti pada satu warna musik. Dua tahun setelah terbentuk, tepatnya pada 1994, mereka mengambil keputusan untuk mengembangkan arah musikal ke wilayah yang berbeda. Pestolaer mulai mengeksplorasi indie rock dan madchester, dengan pengaruh dari sejumlah band seperti The Charlatans dan The Stone Roses. Perubahan tersebut menjadi salah satu fase penting yang memperlihatkan keberanian mereka dalam mencari bentuk musikal sendiri di tengah geliat skena independen saat itu.

Semangat untuk melihat kembali perjalanan tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah album tribute. Alih-alih sekadar menghadirkan kembali lagu-lagu lama dalam bentuk aslinya, proyek ini memberikan kesempatan bagi sejumlah band dari lintas generasi dan genre untuk menafsirkan ulang karya Pestolaer berdasarkan karakter musik mereka masing-masing.

Baca juga:

Usai Ditemukan Ruangan Musik Keras, Ratusan Narapidana Depok Dipindah ke Nusakambangan

Sebanyak 12 band terlibat dalam album ini, yakni And Bellyaches, Furs, Fuzzya, Gudtings, Kebunku, Lipgloss, Lucy Enigma, Shakaboyd, The Bunbury, The Corner Of My Room, The North Palm, dan The Portray. Kehadiran mereka menciptakan beragam warna dalam satu rangkaian rilisan, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik Pestolaer dapat dibaca kembali melalui perspektif musisi dari generasi yang berbeda.

Setiap band membawa pendekatan masing-masing ketika mengolah lagu yang mereka pilih. And Bellyaches menghadirkan versinya untuk “Colours”, sementara Fuzzya mengambil “Istana Pasir”. Shakaboyd memberikan interpretasi yang terdengar lebih aneh melalui “Lay Down”. Di sisi lain, The Corner of My Room membawa nuansa ceria dalam “Terlalu Melamun”, sedangkan The Portray menggarap “Pemimpin Cahaya”.

Perbedaan karakter tersebut membuat Nothing Best But Friends tidak terasa seperti sekadar kumpulan lagu lama yang direkam ulang. Album ini justru menjadi ruang bagi karya-karya Pestolaer untuk mengalami bentuk baru. Lagu yang sebelumnya lahir dari konteks dan zaman tertentu kini mendapatkan kemungkinan baru ketika dimainkan oleh musisi dengan latar, referensi, serta cara pandang yang berbeda.

Proses mixing dalam album ini dikerjakan oleh masing-masing band, sementara tahap mastering dipercayakan kepada Danu Ega Haryanto. Pembagian proses produksi tersebut turut memberikan keleluasaan bagi setiap peserta untuk mempertahankan karakter interpretasi mereka sebelum seluruh materi disatukan dalam satu rilisan.

Tribute to Pestolaer: Nothing Best but Friends akan dirilis dalam format kaset pada 11 Oktober 2026. Perilisan tersebut akan bertepatan dengan hearing session yang digelar pada hari yang sama. Setelahnya, rangkaian kegiatan juga direncanakan berlanjut melalui sebuah release party.

Hearing session akan berlangsung di Psychocandy Records, Kemang, Jakarta Selatan. Acara tersebut akan mempertemukan sejumlah pelaku musik serta penggiat skena independen untuk mendengarkan dan merayakan kembali karya-karya Pestolaer melalui interpretasi para pengisi album tribute.

Lebih dari sekadar proyek untuk mengenang perjalanan sebuah band, Nothing Best But Friends menjadi upaya untuk mempertemukan kembali lagu-lagu, orang-orang, dan cerita yang pernah tumbuh dalam satu perjalanan. Setelah melewati waktu yang panjang, karya-karya tersebut kembali mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dengan pendengar baru.

Sebab, musik tidak selalu benar-benar berakhir ketika sebuah era berlalu. Ada karya-karya yang justru menunggu waktu yang tepat untuk ditemukan kembali, ditafsirkan ulang, dan diceritakan kepada generasi berikutnya. (Far)

#Musisi #Musik #Konser
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Kebebasan Lintas Generasi Musisi Malam Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends
Hearing session akan berlangsung di Psychocandy Records, Kemang, Jakarta Selatan. Acara tersebut akan mempertemukan sejumlah pelaku musik
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Kebebasan Lintas Generasi Musisi Malam Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends
ShowBiz
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
Gavendri memperkenalkan album kedua Sympathy/Empathy berisi 11 lagu tentang kehilangan, pertumbuhan, dan harapan, termasuk lagu 'On & On'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
ShowBiz
Rayakan 20 Tahun, lightcraft Rilis Ulang EP 'The Modern Seasons' dengan Aransemen Baru
lightcraft menghidupkan kembali EP debut The Modern Seasons yang dirilis pada 2006 dengan aransemen elektronik baru untuk merayakan 20 tahun perjalanan mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Rayakan 20 Tahun, lightcraft Rilis Ulang EP 'The Modern Seasons' dengan Aransemen Baru
ShowBiz
BOL4 Gelar Konser [Red Square] di Jakarta, Cek Harga dan Jadwal Penjualan Tiket
BOL4 menggelar konser [Red Square] di Jakarta pada 14 November 2026. Simak harga tiket mulai Rp 850 ribu dan jadwal penjualan 11 Oktober.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
BOL4 Gelar Konser [Red Square] di Jakarta, Cek Harga dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Jadwal Konser Jakarta Oktober 2026: Avenged Sevenfold, TULUS, BABYMONSTER, hingga Ye
Simak 5 agenda konser dan festival musik Jakarta Oktober 2026, dari Avenged Sevenfold dan Festival Teman TULUS hingga BABYMONSTER dan Ye.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Jadwal Konser Jakarta Oktober 2026: Avenged Sevenfold, TULUS, BABYMONSTER, hingga Ye
ShowBiz
'Pure' Sienna Spiro Viral di Media Sosial, ini Makna Lagu yang Personal
Pure membawa pendengarnya menyelami proses refleksi diri yang cukup dalam.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
'Pure' Sienna Spiro Viral di Media Sosial, ini Makna Lagu yang Personal
ShowBiz
Stand Here Alone dan Aziz Harun Rayakan Kehangatan Persahabatan lewat 'Kembali Berjumpa'
Single ini merayakan persahabatan dan potongan-potongan kecil dalam hidup yang pernah membuat segalanya terasa lebih ringan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Stand Here Alone dan Aziz Harun Rayakan Kehangatan Persahabatan lewat 'Kembali Berjumpa'
ShowBiz
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan 'Juara Dua', Bicarakan Bahagia tanpa Harus Jadi yang Pertama
Lagu ini bercerita tentang pilihan untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia tanpa harus selalu mengejar posisi pertama.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan 'Juara Dua', Bicarakan Bahagia tanpa Harus Jadi yang Pertama
ShowBiz
Winky, Afgan, dan Maxime Bouttier Satukan Tiga Vibes Berbeda dalam 'AURA'
Sebuah lagu dengan sentuhan funk-dance yang dirancang untuk membawa energi positif sekaligus menjadi mood booster di tengah suasana dunia yang penuh kekacauan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Winky, Afgan, dan Maxime Bouttier Satukan Tiga Vibes Berbeda dalam 'AURA'
ShowBiz
Drake Bikin Keputusan Mengejutkan Jelang Grammy Awards 2027, 3 Albumnya di 2026 Tak Diajukan
Drake kembali menjauh dari Grammy Awards. Tiga album yang dirilis pada 2026, Iceman, Habibti, dan Maid of Honour, tak didaftarkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Drake Bikin Keputusan Mengejutkan Jelang Grammy Awards 2027, 3 Albumnya di 2026 Tak Diajukan
Bagikan